LOTIM LOMBOKita – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR) Kabupaten Lombok Timur Ahmad Dewanto Hadi mebgatakan progres fisik kegiatan jalan dalam skema penganggaran tahun jamak telah mencapai 36,37 persen. Dan seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan rampung sesuai kontrak pada November 2026.
” sebagian ruas jalan telah selesai pada tahap pengaspalan permukaan, ” Ucapnya. Sedangkan sejumlah ruas masih menunggu pekerjaan bahu jalan yang menggunakan beton ready mix.
disebutkannya, Keterlambatan ini disebabkan antrean pasokan dari pabrikan, mengingat tingginya permintaan ready mix pada triwulan kedua, baik untuk proyek di Lombok Timur maupun luar daerah.
“Pengaspalan tetap berjalan, bersamaan dengan itu pekerjaan bahu jalan beton dilakukan bertahap di beberapa ruas yang sudah selesai diaspal. Lebar bahu jalan sekitar 60–70 sentimeter di kiri dan kanan ruas,” jelasnya.
Dikatakan Dewanto, pekerjaan bahu jalan beton menjadi penting karena ketinggian permukaan aspal baru lebih tinggi dari kondisi sebelumnya. Tanpa penguatan bahu jalan, perbedaan elevasi tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan tepi badan jalan.
” Dari total penanganan sekitar 165 kilometer ruas jalan dalam paket tahun jamak, diperkirakan sekitar 45–50 kilometer telah selesai pengaspalan permukaannya., ” Sebut Dewanto
Sementara itu, pekerjaan lain masih berlangsung simultan, seperti pembangunan talut irigasi, pemasangan blok pada deker, serta penebaran lapisan pondasi di sejumlah titik.
Dewanto memastikan seluruh pekerjaan akan selesai sebelum masa kontrak berakhir. “Memang bertahap karena menunggu suplai ready mix, tetapi kami optimistis selesai sesuai jadwal November 2026,” ujarnya.
Terkait aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Kalijaga Timur, pihaknya mengakui adanya sejumlah ruas yang belum terakomodasi dalam paket awal.
Hal itu akan diupayakan melalui pemanfaatan sisa tender tahun sebelumnya, sesuai arahan pimpinan daerah.
Untuk itu, PUPR bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah tengah membahas perubahan Peraturan Daerah terkait skema tahun jamak, guna menyesuaikan alokasi anggaran akibat sisa tender yang harus diakomodasi pada tahun 2026.
Meski terjadi penyesuaian per tahun, total akumulasi anggaran tetap sesuai perencanaan awal, yakni Rp250 miliar untuk jalan dan Rp32 miliar untuk pembangunan gedung serbaguna.
Berdasarkan data terakhir, panjang jalan kabupaten Lombok Timur mencapai 1.211 kilometer.Sebelum program tahun jamak berjalan, kondisi kemantapan jalan berada di angka sekitar 65 persen.
Dengan tambahan pekerjaan tahun jamak serta dukungan program dari APBN, seperti penanganan ruas jalan Pemotong–Kotaraja, diharapkan tingkat kemantapan jalan dapat meningkat hingga menyentuh angka 70 persen.
Dewanto menambahkan, standar lebar jalan dari program APBN mencapai tujuh meter. Sementara pada ruas kabupaten, lebar jalan bervariasi antara lima hingga enam meter, menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.

