LOMBOKita – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat menggandeng Ryan Miranda, salah seorang desainer nasional, untuk mempromosikan kain tenun lokal ke sejumlah negara untuk memperluas pasar produk kerajinan tersebut.
“Kami ada rencana mengadakan promosi kain tenun khas NTB ke Milan, Italia dalam waktu dekat ini,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Erica Zainul Majdi ketika berwisata di Lombok Elephant Park atau Taman Gajah Lombok di Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara, Sabtu.
Selain promosi, pihaknya juga menjalin kerja sama untuk melakukan riset dalam rangka memperkuat pasar tentang kain tenun khas NTB di dalam daerah sehingga para pengrajin terus termotivasi memproduksi.
Menurut isteri Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi ini, kain tenun khas NTB saat ini masih dimanfaatkan untuk pakaian pada acara-acara tertentu dan belum dipakai untuk kegiatan sehari-hari.
“Jadi agenda utama kami bagaimana caranya tenun NTB menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, promosi kain tenun ke Milan di Italia, sebagai bagian dari komitmen kerja sama Dekranasda NTB dengan Ryan Miranda.
Oleh sebab itu, pembiayaan promosi tersebut tidak terlalu membebani dari sisi anggaran karena ditanggung secara bersama-sama.
“Kebetulan dengan desainer nasional itu, saya sudah menjalin persahabatan. Kebetulan visi dan misi kami sama dalam mempromosikan kain tenun NTB,” ucap Erica.
Riyan Miranda, lanjut dia, juga sudah membuka ruang pameran di salah satu pusat perdagangan di Kota Mataram, sehingga masyarakat bisa melihat secara langsung model pakaian berbahan kain tenun dengan berbagai model dan motif.
Upaya tersebut diharapkan juga bisa ditiru oleh para penjahit lokal sehingga konsumen bisa mendapatkan alternatif dalam merancang busana berbahan baku kain tenun.
“Itu salah satu langkah langsung dan kami yakin akan menular ke penjahit lokal,” tutur perempuan yang pernah menjadi reporter di salah satu stasiun televisi swasta nasional ini.
Dekranasda NTB, kata Erica, juga memanfaatkan event-event yang digelar oleh Dinas Pariwisata NTB untuk mempromosikan kain tenun, baik yang digelar di dalam daerah maupun di kota-kota besar lainnya di Indonesia, termasuk juga luar negeri.

