LOMBOKita – Musibah banjir bandang Lombok Timur yang melanda 11 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Timur yang diduga imbas gagapnya petugas penjaga pintu air di Dam Pandan Duri.
“Kita tak menuding siapa yang salah, apakah musibah ini murni bencana atau ada unsur keteledoran pihak penjaga pintu air,” ungkap Direktur Lembaga Transparansi Kebijakan (Lensa) Lombok Timur, H Hafsan Hirwan di Selong, Minggu (19/11/2017).
Hafsan Hirwan meminta aparat kepolisian melakukan investigasi terkait masalah ini agar musibah serupa tak terulang lagi.
“Apakah pintu air yang dibuka benar atau tidak. Ini yang jadi pertanyaan, karena kalau masalah hujan, hujan deras kerap terjadi, tapi tak menimbulkan bencana seperti saat ini,” ucapnya.
Kalau membuka pintu air dengan benar, kata Hafsan, maka bencana ini tak kan terjadi. ” Kalau pintu air utama yang dibuka dengan benar, maka bencana banjir tidak akan terjadi,” jelasnya. Karena aliran pintu utama menuju sungai atau jaringan tersier di wilayah hilir.
Hafsan mengatakan, alasannya meminta aparat kepolisian melakukan investigasi penyebab banjir yang ditengarai kelalaian petugas juru kunci air di Dam Pandan Duri, karena untuk membuka dan menutup pintu air tentu ada SOP-nya.
“Jangankan ini pintu air sekelas Dam Pandan Dure, pintu air pada bendungan, embung pun sudah jelas SOP,” tegas Hafsan.
Hafsan menilai, kalau membuka pintu ke arah tersier sepertinya tak mungkin. Karena jaringan tersier langsung ke petak sawah. Dan air pun pasti terlebih dahulu akan melalui jaringan primer dan sekunder.
“Lagi sekali bukan salah membuka, tapi kenapa justeru pintu air yang lain yang dibuka,” jelasnya.
Kalaupun pintu air yang menuju jaringan tersier akan dibuka, menurut Hafsan, berapa tinggi pintu yang dibuka dan ditutup, sehingga berasumsi atau menduga ada kemungkinan pintu air itu dibuka terlalu lebar sehingga debit air yang keluar besar dan dibarengi kecepatan luar biasa.
“Bisa kita bayangkan air besar dan ngalirnya cepat dan deras, akibatnya ya banjir itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Timur H. Khairul Warisin saat mengunjungi lokasi banjir Lombok Timur di Desa Sepit juga mengaku sangat heran dengan debit air yang sangat dahsyat dan datang secara tiba-tiba itu.
“Saya tak habis pikir, air apa yang begini dahsyat dan datang tiba-tiba. Jika semata-mata air dari curah hujan yang tinggi, bukan kali ini saja hujan dengan curah seperti ini, bahkan kita sering alami curah hujan yang lebih besar dari yang terjadi sekarang,” kata Wakil Bupati kepada sejumlah awak media usai mengunjungi koban meninggal di Dusun Lokon.
Kendati demikian, Wakil Bupati yang akrab disapa H. Iron ini mengajak semua pihak untuk tidak terlalu cepat berspekulasi yang bakal menimbulkan polemik. “Mari kita sama-sama berkonsentrasi bahu-membahu penanganan korban, tidak usah kita terlalu cepat berspekulasi menduga-duga yang bakal menimbulkan polemik,” kata Wakil Bupati.

