Pesan Obat Kuat Berujung Pimpinan TPQ di Lotim Perkosa Istri Orang

Foto ikustrasi

LOTIM LOMBOKita – Kasus pemerkosaan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur, terduga pelaku pimpinan salah satu TPQ di wilayah kecamatan Sakra Lombok Timur, dan kasusnya kini dalam penanganan pihak berwajib.

Informasi yang dihimpun,sebelum kejadian, NA (27) salah seorang Ibu rumah tangga ( IRT) warga kecamatan Sikur Lombok Timur, datang ke rumah terduga pelaku (TKP), untuk mengantar obat kuat yang di pesan secara online, tapi apesnya. Saat mendatangi rumah terduga pelaku, Minggu (18/12) sekitar pukul 10.00 Wita, justru mendapat perlakuan tak senonoh dari pelaku,

Aksi bejat pelaku tersebut, terjadi saat korban berada di rumah pelaku, saat beraksi, korban sempat memberikan perlawanan, namun pelaku tetap bersikukuh memperkosa dan melampiaskan nafsu bejatnya, Meski mendapat perlawanan dari korban,

Dalam aksi tersebut, pelakupun berhasil melampiaskan nafsu bejatnya, dan korbanpun pulang,sementara pelaku yang melihat korban pulang cuek seperti tidak.pernah terjadi masalah

Tak terima perbuatan pelaku, korbanpun melaporkan kejadian yang dialami kepada suaminya yang berasa di negeri Jiran Malasyia.

Suami korban yang mendengar laporan istrinya marah. Dan meminta keluarganya melaporkan ulab pelaku ke polisi.

Kronoligis kejadian, saat korban datang ke rumah pelaku, korbanpun memberi salam, dan mendapat jabadatan dari pelaku, dan pelakupun menyuruh korban masuk.kedalam ruko, saat korban masuk, tanpa aba aba, pelaku langsung menarik korban kedekapannya, dan mencium korban

Melihat aksi pelaku, korban sempat mengingatkan kalau mereka sudah punya suami, istri dan anak, namun karena nafsu sudah dirasuki setan, nasehat korban tak dipedulikan,

Justru pelaku makin beringas dan bernafsu hingga korban tak berdaya

Usai kejadian, korbanpun pulang sambil menangis, bahkan sempat terjatuh saat mengendarai sepeda motor,karena ada rasa takut terhadap apa yang menimpanya. 

Sementara itu. pelakupun menghubungi korban, meminta untuk berdamai, bahkan akan diberikan sejumlah uang agar tidak memperpanjang kasus tersebut. Karena mengaku khilaf,akan tetapi korban menolak dengan akan melaporkan kasus yang dilakukan pelaku ke polisi.

Begitu juga korban menelpon suaminya yang bekerja di Malaysia untuk menceritakan kejadian yang menimpanya,sehingga membuat suami korban marah dengan meminta untuk segera melapor ke polisi.

Kapolsek Sakra,Iptu Rahmadi saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum pimpinan TPQ terhadap seorang ustazah di wilayahnya.

” Memang kita sudah terima laporan dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Unit PPA Reskrim Polres Lotim,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini