LOTIM LOMBOKita – Ratusan aktivis mahasiswa pergerakan Lombok Timur yang tergabung dalam Cipayung Plus dibuat kecewa oleh Bupati,Wakil Bupati dan Sekda Lotim.Pasalnya dalam aksi yang dilakukan di kantor Bupati Lotim,Selasa (5/5) tak satupun dari tiga pejabat itu menerima massa aksi
Meskipun aksi berjalan lancar dan tertib tapi tetap massa aksi mengungkapkan kekecewaannya dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran.
” Kami sangat kecewa dengan Bupati,wakil bupati dan sekda tidak menerima kedatangan kami untuk menyampaikan aspirasi,” kata para orator aksi dalam orasinya.
Cipayung plus aksi dalam rangka untuk memperingati hari buruh dan hari pendidikan nasional dengan mengangkat isu nasional sampai dengan kondisi yang terjadi di Lotim saat ini
Seperti halnya masalah BUMD,makan gizi gratis,kesejahteraan guru,kesejahteraan buruh hingga kondisi ruang belajar yang sungguh memprihatinkan.
” Hari kami datang untuk menyampaikan aspirasi ke pimpinan Lotim tapi lagi-lagi sayang tidak diterima alasan tidak berada di tempat,” teriak orator aksi.
Aksi sempat terjadi saling dorong di pintu masuk kantor bupati antara massa aksi dengan aparat keamanan yang berjaga dengan pagar betis.Karena massa aksi berusaha untuk merangsak masuk ke dalam kantor.
Kemudian setelah ada komunikasi yang baik antara pihak aparat dengan massa aksi,akhirnya massa aksi diberikan masuk menyampaikan orasi di depan kantor Bupati.
Dengan tetap meminta bupati untuk menemui massa aksi,tapi tetap tidak bisa meskipun Kepala Bakesbangpoldagri Lotim Mustopa berada diantara massa aksi.
” Pak bupati,Wabup dan sekda lotim tidak berada ditempat,” tegas Mustopa
Massa akhinya membubarkan diri dengan mengelilingi kantor bupati sebelum meninggalkan kantor bupati Lotim untuk melanjutkan aksi ke kantor DPRD Lotim.

