Site icon LOMBOKita

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Lotim Raih Urutan 4 Indeks Pembangunan Terbaik se-NTB

Keterangan foto: Sekda Lombok Timur DR HM Juaini Taufik menjadi Inspektur upacara pada peringatan hari Otonomi Daerah ke 30

LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar apel peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Bupati, Senin (27/4). Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, bertindak selaku pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Dalam amanatnya, Mendagri menekankan otonomi daerah harus menjadi instrumen percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun semua itu tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci,” tegasnya seperti dibacakan Sekda.

Terhadap amanat Mendagri,
Juaini Taufik memaparkan capaian membanggakan Lombok Timur. Dari 10 kabupaten/kota se-NTB, Lotim menempati urutan ke-4 dengan indeks pembangunan terbaik. “Semakin kecil indeks, semakin baik,” jelasnya.

Yang lebih mencolok, pertumbuhan ekonomi Lotim akhir 2025 sebut Sekda, tercatat 4,93 persen. Angka itu menempatkan Lotim di peringkat kedua tertinggi se-NTB. “Saya katakan jujur, itu terjadi karena sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Sekda di hadapan peserta apel.

lebih lanjut Sekda juga membeberkan sederet prestasi nasional yang diraih Lotim. Di antaranya: Kabupaten terbaik nasional dalam percepatan dan perluasan digitalisasi tahun 2018, TP2D terbaik se-Indonesia, pengendalian inflasi terbaik di regional NTB, NTT, Maluku, dan Papua, serta PPKD terbaik nasional tahun 2025 untuk program akses keuangan yang inklusif.

” Bupati Lombok Timur juga mendapat Anugerah Kreatif Finance dari Kementerian Dalam Negeri., ” Sebutnya.

Sekda menegaskan insentif dari Menko Perekonomian serta hadiah dari berbagai kategori itu akan masuk ke kas daerah dan dimanfaatkan untuk pembangunan. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, termasuk penguatan sistem pembayaran non tunai dan digitalisasi.

“Tidak ada kesuksesan hanya karena diri sendiri. Mari kita pertahankan inovasi ini di tahun 2026. Kita bagikan pengalaman ini untuk kemajuan daerah kita,” pesannya.

Mengakhiri amanat, Sekda mengajak seluruh pihak mewujudkan Asta Cita melalui semangat otonomi daerah di usia ke-30.

Exit mobile version