LOMBOKita – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah masih mencari varietas ubi yang akan dijadikan sebagai bahan pembuatan tepung tapioka.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Zainal Arifin mengungkapkan varietas ubi yang dalam bahasa Sasak disebut Ambon sebagai bahan baku tepung tapioka harus yang memiliki saripati yang cukup banyak.
Varietas ubi yang memiliki saripati banyak, katanya, belum ada di Lombok Tengah dan harus mencari ke luar daerah seperti Jawa dan sekitarnya.
“Jenis ubi lokal yang kita punya memiliki. saripati yang rendah, sehingga tidak layak jadi bahan baku tepung tapioka,” jelas Zainal Arifin di kantornya, Senin (1/4/2024).
Menurut Zainal, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mencari varietas khusus pembuatan tepung tapioka.
Dijelaskannya juga, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tepung tapioka tersebut, pemerintah daerah telah memberikan anggaran Rp100 juta untuk pengadaan bibit ubi.
“Dengan anggaran tersebut, kita akan mendapatkan sekitar 39.500 stek ubi yang siap ditanam dan dikembangkan di Lombok Tengah,” kata Zainal Arifin.
Rencananya, penanaman bibit ubi tersebut akan dilakukan di wilayah utara, yakni wilayah Kecamatan Batukliang dan maupun Batukliang Utara. Mengingat jenis tanaman tersebut kurang cocok untuk daerah panas.
“Bisa saja ditanam di daerah panas, namun hasilnya kurang maksimal, ” katanya.
Setelah lebaran nanti, pihaknya akan langsung turun lapangan untuk mengecek kesiapan lahan penanaman ubi bahan baku tepung tapioka.
Zainal Arifin mengharapkan pola kemitraan dari perusahaan terkait pengembangan ubi bahan baku tapioka itu. Setidaknya ada nota kesepahaman antara masyarakat petani dengan pihak perusahaan.
“Kondisi saat ini kita belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan tepung tapioka,” tutup. Zainal Arifin.

