LOMBOKita – Badan Penanggulangan Bencaan Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat ratusan pengungsi dari Provinsi Bali yang sudah datang ke kota itu untuk menghindari erupsi letusan Gunung Agung di Bali karena eskalasinya semakin mengkhawatirkan.
“Data yang berhasil kami himpun saat ini baru tercatat 300 orang pengungsi yang langsung tinggal di rumah keluarganya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaan Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedi Supriadi di Mataram, Selasa.
Berita terkait:
Namun, katanya, apabila ada pengungsi yang tidak memiliki keluarga di Kota Mataram, pemerintah kota siap memfasilitasi termasuk untuk tenda dan logistik.
“Ratusan pengungsi tersebut saat ini tinggal menyebar di beberapa kelurahan di kota ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah pengungsi itu masih data sementara untuk hari ini, angka tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan eskalasinya Gunung Agung.
Untuk mendapatkan data para pengungsi, BPBD Kota Mataram sudah menyurati 50 lurah di kota itu, agar lurah juga bisa menginstruksikan lingkungan untuk segera melapor jika ada pengungsi yang datang.
“Prinsipnya, pemerintah kota siap membantu saudara-saudara kita untuk menghindari dampak letusan Gunung Agung,” ujarnya.
Lebih jauh menyinggung tentang kesiapan pengiriman relawan ke Bali, Dedi mengatakan, hingga saat ini relawan dari Kota Mataram belum ada.
Namun, untuk relawan dari pemerintah provinsi sudah diberangkatkan bahkan sudah membuat dapur umum di Kabupaten Karangasem.
“Relawan akan kita kirim jika kondisi memungkinkan, karena personel yang ada di Mataram tidak banyak,” kata Dedi.
Sementara menyinggung tentang kesiapan masker jika erupsi Gunung Agung sampai ke Kota Mataram, Dedi menyebutkan, untuk kebutuhan masker sudah siap.
“Berapa pun kebutuhan masyarakat untuk masker kita usahakan akan penuhi, dan kami akan membagi masker secara gratis agar masyarakat bisa terlindungi,” katanya.
Dedi menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat perkembangan terbaru tentang aktivitas Gunung Agung, mungkin karena kondisi hari ini masih seperti kemarin belum ada perkembangan.
“Sampai sekarang belum ada informasi terbaru dan bahkan dari BMKG belum dapat memprediksi kapan Gunung Agung akan meletus. Apa yang kita lakukan saat ini sifatnya masih antisipasi,” katanya.

