Site icon LOMBOKita

Pengakuan Danrem Rizal Ramdhani: Bisa Sholat, Ngaji dan Haji Setelah Bertugas di NTB

Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., / foto: Humas Pemkab Loteng/Japarussidik

LOMBOKita – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyatakan tanah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan paling berkah bagi dirinya selama menjadi anggota TNI.

Danrem bahkan menyebutkan dirinya sangat betah tinggal di Nusa Tenggara Barat menjalankan tugas yang diembankan oleh negara.

“Tiga tahun rasanya terlalu sebentar bertugas di NTB. Kami sekeluarga telah mengikrarkan lillahi ta’ala menjalankan tugas dengan niat ibadah,” kata Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani di Ballrom Kantor Bupati Lombok Tengah dalam acara silaturrahim dan pamitan, Jumat (17/12/2021).

Berita sebelumnya :


Di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan sejumlah pejabat di Kabupaten Lombok Tengah, Danrem menyebutkan beberapa keberkahan yang didapatkan selama bertugas di daerah Bumi Gora itu.

“Alhamdulillah, sejak saya tinggal di NTB saya bisa full sholat lima waktu, bisa belajar mengaji karena disini banyak ustaz dan tuan guru dan yang paling membuat kami bahagia bisa menjalankan ibadah haji ke tanah suci Makkah Almukarromah,” sebut Danrem yang sebentar lagi akan pindah tugas ke Jakarta menjadi Asisten Deputi Koordinator pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam RI.

Danrem Ahmad Rizal Ramdhani mengisahkan pengalamannya saat bertugas di beberapa daerah yang sangat jarang menjalankan ibadah sholat 5 waktu, terlebih mengaji dan menjalankan ibadah haji.

“Bukan tidak ada uang, tapi niat itu tidak pernah kesampaian. Alhamdulillah setelah di NTB, kami bisa berhaji,” kenangnya.

Dirasakan Danrem, selama bertugas di NTB terasa lebih ringan, dan kerap mendapatkan kemudahan.

“Itu berkat nawaitu lillahi ta’ala kami selama menjalankan tugas bersama seluruh jajaran, baik TNI, Polri, pemerintah daerah serta disertai antusias masyarakat yang cukup tinggi,” kata Danrem yang saat itu menggunakan pakaian adat Sasak.

Exit mobile version