Lalu Pathul Bahri meminta para petani tembakau untuk bersabar
LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bagi petani tembakau yang ada di daerah ini, terutama di beberapa tempat tadah hujan.
Hal tersebut diungkapkan pelaksana tugas Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat menerima kedatangan sejumlah warga Desa Beleka Kecamatan Praya Timur yang mengeluhkan kelangkaan air irigasi.
“Kami sedang upayakan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan air, meski harus meminta ke pemerintah Kabupaten Lombok Timur di Dam Pandan Dure,” kata Lalu Pathul Bahri di hadapan para warga secara duduk bersila di Kantor Bupati setempat, Kamis (24/5/2018).
Menurut Lalu Pathul Bahri, kelangkaan air irigasi ini merupakan kejadian setiap tahun yang masih sulit dihindari, karena memang tidak ada air mengalir dari hulu, terlebih kemarau panjang seperti saat ini.
Lalu Pathul Bahri menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan jeritan masyarakat tersebut. Pihaknya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum melalui Bidang Pengairan untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Timur sehingga dibukakan pintu air menuju Lombok Tengah untuk keperluan penanaman tembakau musim ini.
“Kemarin sudah kami perintahkan Kepala Dinas untuk membuat saluran yang bisa tembus ke Dam Pandan Duri, mungkin hari ini sedang dilaksanakan menggunakan alat berat. Mohon bapak-bapak sekalian bisa bersabar menunggu proses ini,” pinta Lalu Pathul Bahri.
Apa yang menjadi keluhan warga ini, katanya, sudah dipikirkan untuk mencari solusi. Karena itu, Lalu Pathul Bahri meminta warga khususnya para petani tembakau di wilayah Praya Timur, Praya Tengah dan Kecamatan Pujut untuk bersabar.
Meski demikian, Lalu Pathul Bahri tidak berani terlalu berharap untuk mendapatkan air untuk mengairi seluruh areal tanaman tembakau di Lombok Tengah. Sebab, masyarakat di Lombok Timur juga merupakan para petani tembakau yang areal tanamnya jauh lebih luas dan sedang memerlukan air.
“Nah, caranya nanti akan kita pinjam dulu sebagian jatah untuk Kecamatan Kopang agar dialirkan ke Praya Timur. Tinggal dua hari lagi kan jadwal kecamatan Kopang dengan debit 1300 kubik. Nanti kita pinjam 400 kubik. Seminggu kemudian, saat jadwal Kecamatan Praya Timur, kita ganti supaya lebih merata dan bisa menolong tanaman yang bisa tertolong,” jelas Lalu Pathul Bahri.
Para warga yang datang saat itu hanya meminta agar pemerintah daerah mampu menyediakan kebutuhan air irigasi untuk keperluan tanaman tembakau yang kini sudah dimulai. Bahkan, ada beberapa warga yang sudah menanam dan sangat membutuhkan air, kalau tidak bibit tembakau itu akan kering bersama tanah.
“Kami ingin supaya pemerintah daerah memperhatikan kondisi petani tembakau di wilayah Kecamatan Praya Timur yang saat ini membutuhkan air. Kalau tuntutan ini tidak bisa dipenuhi, petani tembakau di Praya Timur Lombok Tengah ini akan gagal tanam,” tegas Husnawati diamini teman-temannya.
Menurutnya, kalau sampai minggu ini tidak ada air, tentunya petani tembakau terancam tidak bisa menanam tembakau.
“Penanaman tembakau biasanya dimulai bulan Mei, karena itu waktu yang tepat,” ujarnya.
“Kalau ini sampai gagal tanam, petani tembakau itu bisa rugi puluhan juta,” tandasnya.

