LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Rektor Universitas Mataram (Unram) menandatangani dokumen hibah dari Pemda Lombok Timur untuk pembangunan pusat penelitian rumput laut dan klinik spesialis kedokteran kepulauan di Ekas. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Kamis (30/4).
Pertemuan ini juga membahas isu kesehatan terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk rasio dokter dan jumlah penduduk Lombok Timur yang besar sehingga membutuhkan terobosan dan komunikasi efektif antara Pemda dan Rektor Unram.
Bupati mengakui saat ini konsentrasi Pemda adalah mengatasi penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat Lombok Timur. Pemda tengah mengupayakan agar bisa aktif kembali. “Terkait BPJS, jika kami tidak menemukan siasat, maka harus menambah sekitar Rp55 miliar,” ungkapnya. “Kendati demikian patut disyukuri Lotim masih mampu membangun sedikit-sedikit,” jelasnya.
Mengingat kondisi saat ini, tambahan subsidi untuk mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan dievaluasi terlebih dahulu. Pemkab Lombok Timur sebelumnya setiap tahun telah menganggarkan subsidi pendanaan bagi lulusan kedokteran Unram yang telah mengabdi, lalu meminta rekomendasi untuk spesialis. “Untuk itu, melalui Pak Rektor, kita membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih mengarah ke teknisnya. Agar para lulusan spesialis ini ke depannya merasa terikat untuk kembali mengabdi ke daerah,” harapnya.
Terkait pemanfaatan lahan hibah di Ekas, Bupati berharap dapat dikembangkan mengingat keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih yang didukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ke depan, kawasan itu rencananya akan dilengkapi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) serta pabrik es batu guna menjaga stabilitas harga di lapangan.
Sementara itu, Rektor Unram Sukardi dalam diskusi menyampaikan rencana pengembangan lahan hibah di Ekas sekaligus menjajaki kerja sama Pemda dengan mahasiswa kedokteran. Ia juga menyinggung persoalan keterbatasan sarana dan prasarana gedung kuliah. Sukardi menyebut subsidi biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa Lombok Timur di Unram berada di grade 3 atau kategori miskin.
Selain rombongan Unram yang terdiri dari Rektor, Guru Besar, dan jajaran lainnya, turut mendampingi Bupati yakni Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala BPKAD Kabupaten Lombok Timur.

