Site icon LOMBOKita

Pedagang Pasar Ampenan Enggan Pindah, Kenapa?

Pasar Ikan Kebon Roek

Pasar Ikan Kebon Roek

LOMBOKita – Kepala Pasar Ampenan Cerah Ceria Kota Mataram Malwi mengatakan, para pedagang di pasar tradisional tersebut enggan bergabung ke Pasar Kebon Roek.

“Pedagang lebih nyaman berada di Pasar Ampenan Cerah Ceria (ACC), daripada harus bergabung ke Pasar Kebon Roek meskipun pemerintah akan membangun Pasar Kebon Roek yang baru dan lebih luas di Kebon Talo,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Pernyataan itu dikemukakannya menyikapi rencana pemerintah kota yang akan menggabung pedagang di Pasar ACC dengan Pasar Kebon Roek di Kebon Talo, sementara Pasar ACC diwacanakan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Ia mengatakan, setelah wacana penggabungan dua pasar tersebut mencuat, banyak pedagang yang menanyakan hal itu kepada petugas pasar dan meminta agar pemerintah tidak melakukan hal itu.

“Pedagang tidak meminta lebih, mereka hanya tidak mau dipindah dan mengusulkan lantai Pasar ACC dirabat beton, agar saat hujan air tidak tergenang. Memang dari 19 pasar yang ada di Mataram, hanya Pasar ACC yang masih berlantai tanah,” ujarnya.

Terkait dengan itu, sebelum wacana penggabungan dua pasar disepatai menjadi sebuah kebijakan, pemerintah kota terlebih dahulu mendengarkan suara pedagang.

Apalagi, Pasar ACC menjadi bagian sejarah Kota Tua Ampenan, karena merupakan pusat ekonomi yang cukup besar ketika Pelabuhan Ampenan masih beroperasional.

Di samping itu, sekitar 90 persen pedagang di Pasar ACC merupakan warga sekitar, tidak seperti di Pasar Kebon Roek yang pedagangnya banyak juga dari warga luar kota.

“Karena itu, kami berharap pemerintah kota bisa kembali mempertimbangkan hal itu agar 400 pedagang tetap dan sekitar 100 pedagang tidak tetap bisa nyaman berjualan tanpa ada wacana direlokasi,” katanya lagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito sebelumnya mewacana, Pasar ACC menjadi RTH untuk mendukung program revitalisasi Kota Tua Ampenan.

Wacana tersebut sekaligus sebagai upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di persimpangan tersebut, serta mengoptimalkan keberadaan lantai dua Pasar ACC yang selama ini tidak termanfaatkan.

“Setelah itu, aktivitas Pasar ACC akan dialihkan ke Pasar Kebon Roek yang akan dibangun di kawasan Kebon Talo. Dimana saat ini pemerintah kota sedang melakukan proses pembebasan lahan secara bertahap,” katanya.

Pembebasan lahan di Kebon Talo yang akan menjadi lahan relokasi Pasar Kebon Reok lebih dari dua hektare, karena pemerintah kota merencanakan akan membangun sebuah pasar tradisional modern dalam satu kawasan.

Dalam areal tersebut akan dibangun juga tempat pengolahan sampah terpadu sehingga sampah pasar bisa diolah secara maksimal.

Selain itu, akan dibangun juga terminal baik untuk moda transportasi umum maupun angkutan tradisonal lokal yakni cidomo (cikar dokar motor).

“Dengan demikian, dua titik kemacetan lalu lintas yakni di Pasar ACC dan Kebon Roek bisa teratasi,” ujarnya.

Exit mobile version