LOMBOKita – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah terus berkomitmen dalam upaya menjaga dan melestarikan alam terutama di daerah penyangga sumber mata air dengan gerakan penanaman pohon.
Pada tahun ini sekaligus untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup dan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian alam, PDAM Tirta Adhi Rinjani Kabupaten Lombok Tengah menggelar kegiatan Kemah Bakti Penghijauan pada 14–15 Juni 2025 di Bumi Perkemahan Wisata Alam Selak Aik Bawak, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh keluarga besar PDAM Loteng Tirta Adhi Rinjani ini diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari penanaman pohon, edukasi lingkungan, hingga pengenalan potensi wisata lokal berupa river tubing yang dikelola masyarakat sekitar.
Direktur Utama PDAM Loteng Tirta Adhi Rinjani, Bambang Supraptomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan sumber air.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Kami juga ingin memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki kawasan ini, seperti river tubing yang dapat menjadi daya tarik baru di Batukliang Utara,” jelas Bambang.
Sebanyak 200 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini, dengan 50 di antaranya ditanam secara simbolis oleh peserta kemah bakti. Sisanya akan ditanam dan dirawat oleh masyarakat setempat, khususnya oleh pemuda-pemudi di sekitar lokasi.
Bambang menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian alam, terutama di kawasan sumber mata air yang menjadi tumpuan ketersediaan air bersih bagi masyarakat luas.
“Kami ingin memberikan contoh dan edukasi kepada masyarakat, bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Perumda AM tidak hanya hadir untuk menyediakan air bersih, tapi juga aktif menjaga hutan dan mendukung wisata lokal,” imbuhnya.
Terkait kondisi sumber air saat ini, Bambang mengungkapkan bahwa meskipun sudah memasuki musim kemarau, debit air masih dalam kondisi stabil. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah hulu.
“Biasanya di bulan Juni kita sudah menghadapi musim kemarau kering. Tapi tahun ini cukup berbeda karena curah hujan masih tinggi. Alhamdulillah, kapasitas produksi air kita tetap aman,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam serta mengembangkan potensi wisata yang berkelanjutan.

