LOMBOKita – Menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Tengah ke-72, Komunitas Paralayang di daerah Tatas Tuhu Trasna ini ikut ambil bagian menyelenggarakan festival yang paling ditunggu masyarakat di daerah ini.
Ketua Komunitas Paralayang Kabupaten Lombok Tengah, Roy Rahmanto menegaskan, olahraga adunyali “paragliding” ini merupakan acara yang paling dinanti-nantikan untuk meramaikan perayaan HUT Lombok Tengah yang tahun ini mengambil tema Bulan Pesona Mandalika “Solah, Soleh, Soloh”.
“Kami sangat bersyukur karena panitia telah memasukkan festival paragliding ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan HUT Lombok Tengah ke-72,” kata Roy Rahmanto.
Roy Rahmanto menyebutkan, sejak festival paralayang ini digembar-gemborkan beberapa hari lalu, sudah ada puluhan atlet paralayang nasional melakukan pendaftaran. Bahkan, beberapa diantara atlet tersebut berasal dari sejumlah negara seperti Jerman dan Prancis.
“Beberapa atlet penerbang dari Manado dan Bali juga sudah menyatakan siap mengikuti festival paralayang yang akan dilaksanakan di Gunung Prabu dan landing di pantai Senek Kuta (kawasan Mandalika Resort),” jelas Roy saat rapat pemantapan di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati yang dipimpin Sekretaris Daerah HM Nursiah, Rabu (27/9/2017).
Pada Festival Paragliding Bulan Pesona Mandalika 2017, Roy Rahmanto menargetkan peserta sebanyak 50 orang yang akan diikuti atlet paralayang dari seluruh daerah di Indonesia. Roy mengaku tidak berani menargetkan terlalu banyak karena kegiatan serupa juga sedang dilaksanakan di Manado bertaraf Internasional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM. Nursiah mengaku sangat setuju menggelar festival paralayang tersebut. Selain untuk menyemarakkan kegiatan perayaan HUT Lombok Tengah, juga untuk menggali potensi atlet-atlet berbakat yang bisa mengharumkan nama Lombok Tengah ke jenjang nasional dan internasional.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan pada tahun-tahun mendatang harus dilaksanakan lebih meriah lagi dengan peserta yang lebih banyak,” ucap Sekda para rapat yang juga diikuti Danlanud Mataram, perwakilan ITDC, BKSDA dan perusahaan empat naga selaku pengelola kawasan hutan Gunung Prabu.
Sebagai bentuk dukungan pemda atas dilaksanakan festival paralayang tersebut, Sekda bersedia membuatkan bangunan semi permanen untuk sarana fasilitas MCK dan penyediaan air bersih di lokasi “take off” paralayang di Gunung Prabu yang juga telah disetujui oleh pihak BKSDA dan perusahaan empat naga.
Pihak BKSDA pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan paralayang ini dimasukkan dalam kategori Wisata Petualang sehingga dibolehkan untuk menggunakan blok pemanfaatan kawasan hutan Gunung Prabu.
Festival Paralayang menyemarakkan kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Tengah ke-72 ini akan digelar pada tanggal 7 – 8 Agustus 2017 dengan take off Gunung Prabu dan landing di pantai Senek, Kuta Lombok Tengah.
Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Militer (Danlanud) Mataram, Kolonel (pnb) Doddi Fernando mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas segala perhatian dan bantuan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kepada komunitas paralayang di daerah ini.
“Saya secara pribadi sebenarnya sangat terharu sekaligus gembira mendengar dukungan pemerintah daerah yang disampaikan pak Sekda tadi. Semoga bantuan dan dukungan ini akan dapat membangkitkan semangat para atlet paralayang di daerah ini,” ucap Danlanud yang juga sebagai Pembina Komunitas Paralayang Lombok Tengah.
Doddi Fernando mengungkapkan, potensi alam yang dimiliki Lombok Tengah sangat memungkinkan untuk mengembangkan olahraga paralayang ini. Malah akan sangat aneh jika potensi yang dimiliki ini tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Dibanding dengan daerah Bandung, mereka tidak punya spot bagus untuk paralayang, tetapi memiliki atlet yang cukup luar biasa. Kita kenapa tidak memanfaatkan anugerah yang telah diberikan ini,” kata Doddi yang duduk di sebelah Sekda Lombok Tengah HM Nursiah.
Doddi menyebutkan, beberapa minggu lalu Indonesia memperoleh tiga emas dalam sebuah festival paralayang bertaraf Internasional di Eropa, sayangnya belum ada atlet yang bisa ikut dari Nusa Tenggara Barat, bahkan Lombok Tengah.
“Semoga dengan festival paralayang ini sekaligus akan menggugah minat dan semangat putra putri kita untuk berprestasi bidang paralayang,” harap Doddi Fernando.

