LOMBOKita – Di tengah pandemi COVID-19, ada beberapa sektor yang terus bertumbuh. Salah satunya yakni sektor industri baja.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menjelaskan, kinerja industri baja pada kuartal ke-II 2020 tumbuh 2,3 persen, dan terus menguat di kuartal III menjadi 5,6 persen.
Potensi ekonomi ini disambut Utomodeck Group, produsen metal roofing dan cladding asal Surabaya, dengan menelurkan lini usaha yakni Juragan Atap. Melalui Toko Surya Atap, sebagai mitra resmi, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi pembukaan outlet Juragan Atap ke-4 menyusul 3 kota terdahulu yang telah bermitra.
Pembukaan outlet yang berlokasi di Jalan Teguh Faesal No.10, Sweta, Kota Mataram, dilakukan pada Senin, (25/10/2021).
Menurut Taufiek Bawazier, kebutuhan baja ringan untuk pembangunan atau renovasi mengalami peningkatan permintaan selama masa new normal diberlakukan. Data ini selaras dengan fakta bahwa kini rumah tak lagi hanya sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai tempat belajar dan bekerja. Serta beberapa kantor juga merenovasi bangunan agar tetap mendukung physical distancing.
Melalui program kemitraan, Juragan Atap menggunakan konsep outlet dengan dukungan Direct Factory, yang artinya seluruh produk diproduksi langsung dari pabrik, sehingga 100% terjamin kualitas dan harga. Serta, berstandar sama dengan proyek-proyek nasional yang pernah Utomodeck Group tangani, antara lain Istora Papua Bangkit, Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsuddin Noor Kalimanta, dan masih banyak lagi.
Anthony Utomo, selaku Managing Director Utomodeck Group mengaku melihat potensi anak muda untuk membangun kemandirian industri baja nasional.
“Anak muda sangat bisa membangun bisnis baja ringan ini. Sehingga, kami pun mendukung semangat ini dengan meluncurkan lini usaha Juragan Atap,” jelasnya ketika ditemui dalam peresmian outlet.
Salah satu anak muda yang optimis terhadap pertumbuhan sektor industri baja adalah Adrian Hartanto, pemilik Toko Surya Atap, selaku mitra Juragan Atap.
Adrian Hartanto mengaku sektor pariwisata NTB berangsur-angsur membaik, sehingga diharapkan agenda pembangunan daerah terus tumbuh.
“Semangat ini didasari oleh kehadiran vaksin COVID-19 yang akan memperbaiki iklim ekonomi nasional, serta produk-produk yang diproduksi Utomodeck sudah terbukti memiliki banyak keunggulan,” kata Adrian Hartanto.
Produk-produk Utomodeck yang dipasarkan melalui outlet-outlet Juragan Atap berfokus pada atap varian Bolt System, antara lain genteng metal, atap U575B, 1040, U9, U12, serta rangka baja ringan standard rumahan.
Adrian mengungkapkan, membangun Indonesia dimulai dari atap yang berkualitas. Terlebih, untuk mendukung program pemerintah yaitu pembangunan sejuta rumah di Indonesia, dibutuhkan produsen sekaligus distributor material berkualitas.
“Harapan adanya outlet-outlet baru Juragan Atap di seluruh Indonesia bakal menjadi rantai pasok dalam negeri bahkan ASEAN, serta memberi efek ganda bagi perekonomian Indonesia melalui peningkatan nilai tambah produk dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkas Adrian.

