Operasi Antik Rinjani , Satnarkoba Polres Lotim Amankan Delapan Pelaku, Puluhan Gram Sabu serta 131,31 Gram Ganja

LOTIM LOMBOKita – Guna menekan maraknya peredaran narkoba , kepolisian menggelar operasi antik 2023, Dalam operasi antik ini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lombok Timur berhasil mengungkap dan mengamankan Delapan orang pelaku Dua diataranta Target Operasi (TO) serta barang bukti berupa ganja seberat 131,31 gram dan narooba jenis sabu seberat 14,36 gram,

” Lotim karagori masih rawan peredaran narkoba, karena penduduknya banyak , menjadi sasaran penjualan oleh para pelaku,” ungkap Kapolres Lombok Timur AKBP Herry Indra Cahyono dalam press rilis di Mapolrea Lotim, Rabu (4/10).

Sehingga pencegahan terus digencarkan, termasuk pencegahan melalui operasi yang digelar. Dari pengungkapan pelaku narkoba ini, beberapa kecamatan yang menjadi sasaran, yaitu kecamatan Selong. Masbagik, Aikmel, Sakra

” Dalam operasi antik yang di gelar, dari 8 laporan polisi. Satnarkoba mengamankan 14 pelaku., 2 diantaranya TO,” ucapnya

Dan TO yang tertangkap tersebut, juga merupakan residivis kasus serupa, dan para.pelaku yang diamankan merupakan warga Lotim,

” modus pengungkapan, para pelaku tertangkap tangan saat transaksi serta saat sedang mengkomsuksi barang haram tersebut,” sebut Kapolres Didampingi Kasat Narkoba AKP
Gusti Ngurah Bagus Suputra.

Dan para pelaku, menurut Kapolres, saat ini mendekam di sel tahanan guna mejalani proses hukum, dan para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat Hurup A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancama hukuman 4 sampai 5 tahun kurungan penjara. 

“Maraknya peredaran narkoba ini, diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Timur, untuk bersama-sama memerangi narkoba, agar tercipta lingkungan masyarakat Lotim yang aman, nyaman dan sejahtera,” imbaunya.

Kapolres juga mengungkapkan, para pelaku yang diamankan tersebut jaringan lokal,mereka mendapatkan barang bukti antar kecamatan,

” kita berusaha ungkap jaringan besarnya. Dan terungkap kalau barbuk yang diamankan ini produksinya diluar daerah, seperti dari Sumatra bahkan Malaysia,” sebutnya, sehingga koordinasi bersama Polda terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini