Site icon LOMBOKita

NTB Usul Anggaran Rp21 Miliar Untuk Peningkatan Produksi Kakao

LOMBOKita – Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat mengusulkan anggaran sebesar Rp21 miliar kepada Kementerian Pertanian untuk membangun kawasan perkebunan kakao di Desa Genggelang, Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018.

“Anggaran puluhan miliar rupiah yang kami usulkan untuk kegiatan hulu hingga hilir. Dalam waktu dekat, kami akan presentasi di Jakarta,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnul Fauzi, di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan pemilihan Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, sebagai kawasan kakao (coklat) didasarkan pada potensi lahan yang tersedia mencapai 1.300 hektare (ha).

Selain itu, petani di Desa Genggelang, sudah menanam kakao sejak puluhan tahun lalu.

Daerah tersebut sebagai salah satu sentra penghasil biji cokelat di NTB, yang sudah diberikan sentuhan melalui program Gerakan Nasional percepatan revitalisasi kakao pada tahun 2008.

Tanaman kakao petani di daerah itu, kata Husnul, sudah diberikan perlakuan sambung pucuk samping dalam rangka meningkatkan produksi.


“Ada 1.300 hektare tanaman kakao yang sudah diberikan perlakuan sambung pucuk samping, termasuk di Kecamatan Gangga,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kawasan coklat, pihaknya menggandeng para pakar dari perguruan tinggi untuk memberikan pendampingan teknologi budi daya kepada para petani.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB bersama Pemkab Lombok Utara dan pakar dari perguruan tinggi, juga akan bersinergi dalam membentuk kawasan bisnis coklat.

Husnul menambahkan para ilmuwan dari perguruan tinggi juga akan membantu mendesain model kawasan kakao yang mampu menarik orang untuk berkunjung sekaligus membeli produk jadi dalam bentuk batangan coklat.

“Kami ingin mendesain agar kawasan coklat itu nantinya menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Untuk memproduksi coklat batangan, kata dia, juga akan menggandeng perusahaan di Pulau Jawa. Hal itu dilakukan agar produk yang dihasilkan benar-benar memiliki kualitas dari sisi rasa dan kemasan. Namun merek produk tetap menampilkan nama NTB sebagai penghasil coklat.

Exit mobile version