LOMBOKita – Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat H Rosiadi H Sayuti menginginkan NTB mengikuti jejak Bali dalam mempromosikan pariwisata.
“Pariwisata tidak lepas dari promosi dan ‘branding’, makanya promosi pariwisata tidak boleh berhenti. Bayangkan, Bali saja tidak pernah berhenti berpromosi meski sudah dikenal,” kata Rosiady Sayuti di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis.
Dalam acara “Business Gathering Halal Tourism Lombok” terkait pengembangan sektor wisata halal yang diselenggarakan BNI Syariah bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan Dinas Pariwisata NTB, ia mengingatkan jika berhenti promosi, pasti akan berdampak negatif, apalagi NTB yang baru mulai dengan “brand” wisata halal.
Hadir dalam kegiatan tersebut selain Sekda NTB lr Rosyadi H Sayuti, juga Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Moh Faozal, Ketua MUI NTB Prof H Saiful Muslim, Ketua LPPOM MUI Hj Rauhun.
Rosiady menegaskan, masalah pariwisata tidak lepas dari promosi dan “branding”. Dalam artian, promosi dan “branding” pariwisata tidak cukup hanya berhenti sampai di sini, tetapi harus dilakukan secara terus menerus.
Kendati demikian, menurut Sekda, tidak banyak daerah yang memperhatikan hal itu. Padahal, pariwisata bisa bergerak dan berjalan tidak terlepas dari promosi dan “branding”.
“NTB tidak boleh begitu, berhenti berpromosi dan membuat ‘branding’ pariwisatanya. Kita ikuti Bali, kalau upayanya (Bali) 10, maka NTB harus juga demikian, bahkan kalau bisa lebih dari itu,” jelasnya.
Karena itu, untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan dukungan tidak hanya dari APBD tetapi APBN, termasuk melalui bantuan pihak ketiga, yakni swasta dan BUMN.
Salah satunya seperti dilakukan BNI Syariah yang menyelenggarakan kegiatan di NTB, ini juga salah satu membantu memperkuat pariwisata daerah ini.
Selain itu, katanya, promosi juga tidak akan memiliki arti kalau tidak memiliki “branding”. Seperti saat ini, NTB sudah dikenal memiliki ‘branding’ wisata halal. Diharapkan dari wisata halal tersebut bisa menarik wisatawan dari segmen tertentu, khususnya negara-negara muslim, bukan hanya dari Timur Tengah tetapi juga dari muslim seluruh dunia, seperti Amerika, Australia dan lainnya yang menurut mereka nyaman.
“Boleh dikatakan khusus wisata halal kita sudah ‘on the track’ dalam artian perspektif yang benar. Dan tugas kita sekarang menjaga itu. Bila perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Karena itu, kata Rosiady, seluruh pihak baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota maupun pelaku industri pariwisata dan perbankan diharapkan mendukung wisata halal NTB dengan terus berupaya menjaga predikat tersebut. ant
