LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2018 mendatang, akan menghentikan pembelian hewan ternak sapi, kamping maupun ayam dari luar daerah.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan untuk menghentikan pembelian ternak dari luar, baik itu, sapi, kambing maupun ayam.
“Ternak yang dimiliki lebih baik dan berkualitas dengan ternak dari luar. Sebaiknya utamakan peternak lokal kita,” kata Lalu Pathul Bahri.
Wakil Bupati juga menyentil tentang pengadaan ternak di SKPD terkait yang selalu mendatangkan ternak dari luar daerah, baik dari Jawa maupun Bali. Padahal, kata Wabup, stok peternakan masyarakat di daerah ini cukup banyak dan layak untuk dibeli oleh pemerintah daerah.
“Kalau beli diluar juga harganya mahal karena membutuhkan biaya transportasi dan sebagainya. Jika membeli di daerah sendiri, tentu harganya lebih murah. Bahkan, kadang diantarkan sendiri oleh pemiliknya,” tandas Wakil Bupati.
Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan mulai dari sekarang agar kelompok tani ternak untuk menyiapkan diri guna memperbanyak produksi ternak. Sehingga, setiap ada pengadaan ternak, pemerintah bisa beli langsung ternak daerah, tanpa harus membeli dari luar.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peteranakan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Iskandar mengatakan, himbauan Wakil Bupati itu sudah tepat.
“Kalau kita lihat kondisi di Lombok Tengah, sudah banyak kelompok ternak kita yang memiliki kambing dan itu pun tidak jauh beda jika dibandingkan dengan kambing PE yang datang dari luar daerah,” kata Lalu Iskandar.
Konsep ke depan, kata Iskandar, pihaknya akan melakukan pemberdayaan kepada kelompok tani, dengan membeli kambing maupun sapi hasil produksi masyarakat di daerah ini, termasuk kambing peranakan etawa.
“Memang kalau sekarang kita masih total datangkan ternak dari luar,” ungkapnya.
Lalu Iskandar berjanji, sejak tahun 2018 mendatang, pihaknya akan menyetop pembelian ternak dari luar daerah. Pihaknya menganjurkan para kelompok ternak untuk terus memperbanyak produksi ternak.

