Site icon LOMBOKita

Meletusnya Semeru Ternyata Telah Tertulis dalam “Wasiat Renungan Masa” Karya Maulanasyeikh

Pendiri NWDI, NBDI dan NW, Almagfurulahu Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

LOMBOKita – Gunung Semeru yang terletak di Lumajang dan Malang meletus pada Sabtu 4 Desember 2021.

Ternyata jauh sebelum peristiwa dahsyat ini, seorang ulama Lombok (NTB) bernama TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pernah meramalkan meletusnya Gunung Semeru.

Ulama kharismatik TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang pada tahun 2017 itu dinobatkan sebagai pahlawan nasional ini, menyinggung meletusnya Gunung Semeru dalam buah karyanya berjudul “Wasiat Renungan Masa”.

Dalam “Wasiat Renungan Masa” yang disusun sekitar tahun 1979-1981 itu, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menulis:


Sunan Muria limpahkan hadyah
Setelah terbuka pintunya Ka’bah
Anbar nyawa harumnya megah
Batu himpitan menambah hikmah


سبحان الله والحمد لله ولااله الاالله والله اكبرالله اكبرولله الحمد


Setelah Anbar ninggalkan Semeru
Gunung bergoncang di saat itu
Akhirnya keluar lahar melulu
Hampir terganggu cemara siwu


Memang hebat upacaranya
Jarang terjadi sepanjang masa
Bila Allah yang Maha Kuasa
Hendaki suatu pastilah nyata

Buah karya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang juga kakek dari gubernur NTB dua periode, TGB Zainul Majdi ini, kini viral di WA Group, terutama masyarakat Lombok.

Baca berita terkait : Fakta – Fakta Unik Tentang Gunung Semeru, Ada Lagu Dewa 19 Terinspirasi Disini

Mereka meyakini, karomah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terbukti dengan berbagai peristiwa yang terjadi saat ini, dan pernah diramalkan sebelumnya, termasuk soal meletusnya Gunung Semeru.


Tangkapan layar Wasiat Renungan Masa Karya Maulanasyeikh

Seperti diketahui, selain ramalan TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid, banyak pihak yang menyebut bahwa meletusnya Gunung Semeru juga pernah diramalkan oleh Jayabaya.

Jika melihat catatan sejarah meletusnya Gunung Semeru, pernah terjadi sangat besar pada 200 tahun lalu tepatnya 8 November 1818.

Setelah itu, Gunung Semeru kembali meletus pada 2 Februari 1994 lalu. Setelah itu pada tahun 2000-an terjadi 8 kali letusan.

Dan letusan besar terjadi pada Natal 2002. Kemudian pada 1 Desember 2020, Gunung Semeru kembali meletus diikuti guguran awan panas dari puncak, dengan jarak luncur 2 kilometer hingga 11 kilometer.

Baca berita terkait : Fakta – Fakta Unik Tentang Gunung Semeru, Ada Lagu Dewa 19 Terinspirasi Disini

Kali ini Gunung Semeru kembali meletus jelang akhir tahun 2021. Meletusnya Gunun Semeru kali ini, rupanya banyak mengaitkannya dengan ramalan Jayabaya.

Dalam beberapa literasi, Maharaja Jayabaya merupakan raja Kerajaan Kediri yang memerintah sekitar abad ke-12 adalah visioner yang unggul.

Dari kitab Jangka Jayabaya, bait ke-164 sang raja berucap suatu saat Pulau Jawa akan terpotong menjadi dua.

Exit mobile version