Site icon LOMBOKita

Matahari , Perannya Terhadap Cuaca dan Iklim

LOMBOKita – Pernah terbayang tidak jika matahari yang setiap hari kita lihat tak memberikan energinya lagi? Sudah dipastikan tumbuhan tidak akan hidup, hewan dan manusia tidak memiliki bahan pangan dan akhirnya yang muncul yaitu kelaparan dan berujung kematian.

Lalu apa efeknya terhadap cuaca dan iklim jika matahari kehabisan energinya?

Matahari sebagai pusat tatasurya mengeluarkan energi yang terpancar menuju bumi berupa radiasi. Radiasi matahari tersebut di terima bumi dan dirubah menjadi berbagai energi lainnya. Jika kita urai satu persatu maka akan terdapat tiga energi yang dihasilkan dan berkaitan dengan cuaca dan iklim. Pertama Energi Kalor. Energi kalor muncul dalam bentuk panas bumi. Hal ini jelas terjadi sejak bumi mendapatkan radiasi dari matahari.

Radiasi yang diterima bumi tidak semuanya akan diserap oleh bumi tetapi juga akan dipancarkan kembali ke atmosfer dalam bentuk radiasi gelombang panjang (Outgoing Longwave Radiation). Energi panas ini membuat bumi menjadi tetap hangat, tetapi kelebihan energi panas di dalam bumi akibat menumpuknya gas-gas rumah kaca berakibat energi tersebut tidak dapat keluar menuju atmosfer dan menyebabkan suhu udara menjadi semakin panas. Kondisi tersebut lebih dikenal dengan Efek Rumah Kaca.

Perubahan energi yang kedua yaitu energi kinetik. Energi ini muncul berupa pergerakan angin. Angin bergerak dari wilayah yang bertekanan tinggi menuju wilayah yang bertekanan rendah. Tekanan udara dalam hal ini sangat berkaitan dengan suhu udara yang di hasilkan dari radiasi matahari. Suatu wilayah yang memiliki suhu udara yang tinggi memiliki tekanan udara yang rendah.

Contohnya seperti wilayah di sekitar khatulistiwa atau yang disebut daerah tropis, termasuk didalamnya Indonesia. Indonesia memiliki suhu rata-rata yang relatif tinggi dibandingkan dengan wilayah lintang menengah dan kutub. Hal ini dikerenakan sudut datang matahari yang hampir tegak lurus di wilayah tropis menjadikan energi radiasi yang datang menjadi maksimal. Suatu wilayah dengan suhu udara yang rendah menghasilkan tekanan udara yang tinggi. Contohnya yaitu di wilayah kutub.

Pada wilayah ini energi yang diterima paling minimum karena sudut datang matahari yang cukup besar akibat kemiringan bumi terhadap porosnya yang mencapai 23,5°.

Energi yang ketiga adalah energi potensial dalam bentuk hujan. Radiasi yang masuk ke bumi tidak hanya memanaskan daratan tetapi juga sumber air yang ada di bumi seperti lautan, danau, sungai dan sebagainya. Kondisi itu mengakibatkan adanya penguapan dari sumber-sumber air tersebut. Titik-titik uap air yang menguap ke atmosfer akan berkumpul menjadi satu membentuk awan.

Semakin lama penumpukan titik-titik uap air akan membuat awan menjadi jenuh dan menghasilkan hujan. Semakin tinggi radiasi matahari yang diterima bumi maka semakin banyak pula uap air yang terbentuk dan pada akhirnya semakin signifikan pembentukan awan – awan penghasil hujan lebat.

Dari ketiga energi tersebut (energi panas, angin dan hujan) terciptalah keseimbangan cuaca dan iklim di bumi. Terbayang jika matahari tidak memberikan energinya lagi maka keseimbangan cuaca dan iklim akan terganggu. Tidak adanya energi kalor atau panas maka permukaan bumi akan mendingin bahkan tertutup salju di seluruh bumi. Tidak akan ada lagi wilayah tropis, lintang menengah dan kutub. Wilayah Indonesia kemungkinan hanya akan memiliki satu musim saja yaitu musim dingin.

Tidak adanya wilayah yang memiliki perbedaan tekanan antara tekanan tinggi juga tekanan rendah. Sehingga tidak akan ada hembusan angin yang terjadi. Atau yang lebih parah tidak akan adalagi hujan sebagai sumber penghidupan di bumi karena penguapan yang tidak terjadi pada sumber-sumber air bumi.

Betapa vitalnya peran matahari terhadap pembentukan cuaca dan iklim di bumi. Terlebih perannya terhadap kehidupan umat manusia. Isu naiknya suhu udara pada permukaan bumi karena kelebihan energi radiasi matahari yang terperangkap di bumi menjadikan kita semakin peduli terhadap lingkungan juga terhadap fenomena-fenomena cuaca dan iklim yang terjadi.

Pemanfaatan energi matahari untuk digunakan dalam kehidupan manusia seperti untuk lisrik ataupun alat transportasi merupakan bagian dari adaptasi masyarakat terhadap sumber energi matahari yang berlebih di permukaan bumi.

Exit mobile version