LOMBOKita – Dirjend Holtikultuta Kementerian Pertanian RI, Prihasto Setianto mengancam tidak akan memberikan Kabupaten Lombok Timur bantuan pada 2021 mendatang.

Hal itu menyusul selentingan anggapan APBN gagal programnya di Lombok Timur yang dilontarkan Wakil Bupati H. Rumaksi SJ.
“Kalau mengatakan pemerintah pusat gagal mengelola APBN, itu salah. Sebab, yang mengelola anggaran itu adalah pemerintah daerah,” ungkapnya di acara kunjungan Komisi IV di wilayah Sembalun, Lombok Timur, Senin (2/3/2020).
mMnurut Prihasto, sejak 2017 sampai 2019 lalu, Kabupaten Lombok Timur anggaran adalah daerah paling besar mendapat bantuan dari pemerintah pusat, mencapai Rp243,5 miliar.
“Mestinya Pemkab Lotim berterimakasih kepada pemerintah pusat,” tegas Prihasto.
Kalau menganggap APBN gagal, kata Prihasto, yang salah itu siapa? padahal yang mengelola bantuan itu adalah pemerintah daerah.
“Ya sudahlah, tahun 2021 Lotim tidak akan diberikan bantuan lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi menanggapi ancaman tak diberikan anggaran lagi tersebut.
Rumaksi berkilah, Dirjen Holtikultura tersebut salah mendengar apa yang diucapkannya.
“Mereka salah dengar dan saya gak peduli dengan ancaman tersebut,” tegas Wakil Bupati.
Menurut Rumaksi, dirinya tidak pernah memgatakan gagal. “Saya mengatakan, program pusat itu sebagian berhasil dan sebagian gagal,” katanya, dan itu khusus bawang putih.
Bahkan, kata Rumaksi, dirinya tidak sependapat kalau ada yang mengatakan program APBN 2018 gagal.
“Justru berhasil, kalaupun ada pengembalian, itu masalah pupuk dan obat-obatan,” tandasnya.

