LOMBOKita – Kementerian Pertanian (Kementan) mendanai kelompok siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat berwirausaha kangkung sebagai bagian dari upaya pemerintah memotivasi generasi muda menjadi pengusaha.
“Nilai bantuan modal yang diberikan sebesar Rp15 juta. Modal itu akan terus digulirkan,” kata Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Mataram Sugiarta, di Mataram, Senin.
Ia mengatakan pemberian bantuan modal usaha tersebut sebagai implementasi dari program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian yang dilaksanakan Kementerian Pertanian.
Program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat, keterampilan dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian.
Sugiarta menyebutkan jumlah anggota kelompok siswa yang menjalankan wirausaha budi daya dan pemasaran kangkung sebanyak tiga orang.
Mereka didampingi tenaga pengajar dalam memanfaatkan lahan milik sekolah untuk budi daya tanaman sayuran yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
“Selain kangkung, ada juga kelompok siswa yang diarahkan untuk berwirausaha ternak kambing. Nilai modal yang diberikan sama sebesar Rp15 juta,” ujarnya.
Kementan, kata dia, menyetujui kangkung sebagai komoditas yang diusahakan karena pasarnya tidak hanya di dalam daerah, namun luar NTB, bahkan luar negeri.
Begitu juga dengan kambing memiliki pasar yang cukup bagus di dalam daerah. Hal itu sebagai dampak dari berkembangnya sektor pariwisata yang diikuti menjamurnya usaha kuliner berbahan baku daging.
Sugiarta menambahkan para pendamping kelompok siswa yang menjalankan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian akan mengawal proses budi daya hingga pemasaran produk.
“Nanti para siswa yang sudah melaksanakan program diminta menularkan kembali pengalaman mereka kepada adik tingkatnya yang melanjutkan dana bergulir tersebut,” ucapnya pula.
Ke depannya, ia berharap agar program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian tersebut juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB dengan mengalokasikan dana APBD, sehingga jumlah kelompok siswa berwirausaha lebih banyak.

