LOMBOKita – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo didampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi melakukan ziarah ke makam Almagfurullah TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid, pendiri NW yang baru saja mendapat penghormatan gelar Pahlawan Nasional, Kamis (23/11/2017).
Ziarah ke makam pahlawan nasional yang berlokasi di Pancor tersebut, mendapat sambutan dari ratusan santriwan dan santriwati, masyaikh, thullab dan tholibat Ma’had Darul Qur’an Wahadits Almajidiyah Asy0syafi’iyah (MDQH) NW Pancor serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdlatain.
“Presiden berniat akan datang berziarah lagi ke makam pahlawan nasional Maulana Syeikh Almagfurrulah TGKHM Zainudin Abdul Madjid,” ucap Gubernur NTB TGB DR H Muhammad Zajnul Majdi dalam sambutan sebagai tuan rumah.
Menurut TGB, kehadira Presiden RI di Lombok Timur ini dapat menjadi penguat dan berkontribusi untuk bangsa.
Baca juga berita lainnya:
- Jokowi Kunjungi Ulama dan Pesantren di Lombok
- Santri Syeikh Zainuddin Doakan Jokowi Presiden Dua Periode
- Jokowi Merasa Bahagia Bersama Santri NW
“Beliau (presiden) jauh jauh datang ke Lombok Timur hanya untuk melakukan silaturrahmi,” papar gubernur NTB dua periode ini.
Pada momen kunjungan ziarah presiden ke makam Maulana Syaikh di Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor, tidak lupa Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya disertai apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada presiden.
“Atas nama keluarga besar NW dan masyarakat NTB, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah berkenan menetapkan Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional,” ucap Gubernur.
Gubernur TGB yang hadir bersama istri, Hj.Erica Zainul Majdi juga memanjatkan doa, Semoga Presiden dan keluarga senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan lahir bathin, terutama dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
“Kehadiran Bapak Presiden ini sungguh merupakan penguat bagi kami,” ujar Gubernur.
Kepada Presiden Jokowi, Gubernur TGB kemudian menjelaskan bahwa Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor, merupakan pusat perjuangan dan pengabdian Maulana Syaikh untuk bangsa dan negara.
“Pak Presiden, di musholla inilah berpuluh puluh tahun lamanya, Maulana Syaikh mengajar dan berjuang. Mengisi hari harinya di sini dengan perjuangan,” cerita TGB.
Di makam Maulana Syaikh itu pula Presiden Jokowi dalam kunjungannya sempat memanjatkan do’a untuk Almagfrululahu maulana syeikh.(dy)

