Site icon LOMBOKita

Inilah Sembilan Desa Terendam Banjir di Lombok Tengah

LOMBOKita – Ratusan rumah warga di sembilan desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terendam banjir pada Sabtu (18/11/2017) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, H Muhammad mengatakan, banjir yang merendam rumah warga ini, diakibatkan meluapnya air bendungan Berenge yang terletak di Dusun Lingkok Bunut Desa Lekor Kecamatan Janapria setelah diguyur hujan deras dengan intensitas cukup tinggi.


Baca berita terkait:


Muhammad menyebutkan, sembilan desa yang terdampak banjir bandang di wilayah Kecamatan Janapria yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Timur diantaranya, Lekor, Loang Maka, Janapria, Saba, Beleka Induk, Beleka Daye, Ganti, Jeruk Puri dan Semoyang.

“Akibat banjir, sejumlah rumah dan gudang milik warga rusak parah. Bahkan, warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, karena ikut hanyut dibawa arus air,” kata Muhammad.

Mantan Kabag Aset Setda Kabupaten Lombok Tengah ini menjelaskan, untuk Desa Ganti ada empat dusun yang terkena banjir, yakni Dusun Rentang I, Rentang 2, Nyangkat, Matek Maling. Jumlah warga yang terdampak sekitar 280 kepala keluarga.

“Paling parah terjadi di Dusun Rentang Desa Penekaran Jero Puri, Praya Timur. Jumlah yang dampak 63 rumah dari 220 KK,” terangnya.


Selain itu, kata Muhammad, di Dusun Batu Bungus Selatan Desa Janapria salah satu gudang bangunan roboh. Bahkan, seluruh bahan bangunan milik H Husen nyaris tergerus air yang cukup deras itu. Seperti, semen sebanyak 250 sak, pipa, argo dan lainnya. “Diprediksi total kerugian sekitar Rp 100 juta,” terang anaknya, Sahuni.


Berita terkait:


Begitu pula di Dusun Melati Desa Saba, salah satu warga, Amaq Masrus tidak bisa berbuat apa, karena semua barang berharga ikut hanyut dan tergerus air. Pasalnya air naik dengan ketinggian 2 meter barengi dengan arus air yang keras .

“Untung istrinya yang masih sendirian di dalam rumah bisa selamatkan dirinya. Kalau barangnya dia (Inak Saleh istri Amaq Masrus) tinggalkan, hanya selamatkan dirinya saja,” ungka saksi mata, Sahidun didampingi Kadus Melati, Hairul Ishak.

Selain itu, di Jembe Timur Desa Saba, Janapria pun sejumlah tembok pembatas warga roboh. Bahkan salah satu warga, Sugiarta gabahnya sebanyak 30 karung ikut tergerus air.

Exit mobile version