Site icon LOMBOKita

IMM Desak Bupati Lotim Kembalikan Camat dan Sekcam yang Siaga di Pringgabaya Pasca Kebakaran Pasar

Keterangan FOTO : IMM Lotim Meminta bupati hadirkan Camat tetap di wilayahnya

LOTIM LOMBOKita – Pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Pringgabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lombok Timur mendesak Bupati Lombok Timur untuk segera mengembalikan Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) agar siaga dan menetap di Kecamatan Pringgabaya.

 

Kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak pedagang itu tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dinilai memperlihatkan lemahnya respons cepat pemerintah di tingkat kecamatan.

 

“Ketidakhadiran pimpinan wilayah yang siaga di lokasi menjadi salah satu faktor lambannya penanganan dan koordinasi saat bencana terjadi,” tegas Yandis, pemuda asal Pringgabaya sekaligus kader IMM.

 

IMM menilai kehadiran Camat dan Sekcam di wilayah sangat penting, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran, banjir, maupun konflik sosial.

 

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah krisis. Camat dan Sekcam harusnya berada di garda terdepan, bukan justru jauh dari masyarakat saat kondisi genting. Bencana ini tidak menunggu mereka datang dari Selong baru terjadi,” ujarnya.

 

IMM juga menekankan bahwa Pringgabaya merupakan wilayah strategis dengan potensi kerawanan bencana dan dinamika sosial yang cukup tinggi. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan wilayah yang responsif, cepat tanggap, dan selalu hadir di tengah masyarakat.

 

Selain itu, IMM meminta Pemkab Lombok Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan bencana di tingkat kecamatan. Evaluasi mencakup kesiapan aparatur, koordinasi lintas sektor, serta ketersediaan sarana dan prasarana darurat.

 

“Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal keselamatan dan perlindungan masyarakat. Pemerintah harus memastikan bahwa ketika terjadi bencana, ada pemimpin yang bisa langsung mengambil keputusan di lapangan,” tambah Yandis.

 

IMM berharap tuntutan ini segera direspons Bupati Lombok Timur sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik dan perlindungan masyarakat. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

 

 

Exit mobile version