LOMBOKita – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat bicara terkait dengan isu retail modern yang kini sedang marak dibicarakan segala kalangan di Kabupaten Lombok Timur.
Koordinator bidang ekonomi kreatiF BPD HIPMI NTB, Arif Rahman Maladi meminta Pemda Lombok Timur segera mengambil kebijakan terkait kerjasama dengan retail modern.
“Kami berharap Pemda Lotim segera mengambil langkah strategis dalam memperkuat kemitraan dengan ritel modern di Lombok Timur, perlu ada MoU dengan ritel modern agar produk produk UMKM di Lombok Timur bisa diakomodir dan dipasarkan di sana (area ritel modern),” ungkapnya.
Arif juga menjelaskan, keberadaan ritel saat ini bisa memperkuat keberadaan pengusaha-pengusaha industri ekonomi kreatif, untuk bisa memasarkan produk produknya di area ritel.
“Kalau mereka tidak mau ya silahkan angkat kaki dari Lombok Timur,” pungkas Arif Maladi.
Menurut Arif, pemerintah daerah tidak perlu sampai menutup atau tidak memperpanjang izin ritel midern karena dampaknya akan lebih besar.
“Bayangkan saja berapa banyak putra putri Lombok Timur yang akan kehilangan pekerjaan jika ijin ritel tidak diperpanjang. Ini harus direnungkan, tetapi dengan memperkuat kerjasama tentunya akan meningkatkan iklim usaha di Lombok Timur di tengah pandemi global ini,” papar Arif.
Karena itu, lanjut Arif, HIPMI siap membantu Pemda Lombok Timur untuk memfasilitasi hal tersebut, karena pihaknya juga memiliki banyak anggota pengusaha kecil yang masih kesulitan memasarkan produknya.
Keberadaan ritel modern di pulau Lombok, khususnya Lombok Timur, kata Arif, sangat membantu wisatawan dan pendatang untuk pemenuhan kebutuhan selama berada di daerah ini.
“Lapak-lapak juga bsa dibuka di depan retail modern ini, coba lihat di Kota Mataram, banyak lapak pengusaha muda diberikan ruang untuk memulai usahanya. Artinya peluang ini harus ditangkap oleh Pemda Lombok Timur, bukan malah mengusir dengan tidak memperpanjang ijin operasional ritel,” tutup pria yang dikenal sebagai pengusaha sambal terasi ini.

