LOMBOKita – Jumlah warga Lombok Timur yang tercatat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) hampir seribu orang, yakni 973 orang, sementara jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) hanya 9 orang.
Data tersebut berdasarkan catatan Tim Gugus Penanganan Kasus Corona atau Covid -19 yang dilakukan pemantauan dari dari tiga pintu masuk yaitu pelabuhan Lembar, Bandara Lombok dan pelabuhan Kayangan, hingga 2 April 2020.
“Dari ODP 973 orang itu, 163 dinyatakan sehat, dan sisanya 810 orang masih dalam pemantauan,” ungkap dr. H Fathurrahman, M. Kes, Jubir Gugus penanganan kasus virus corona Lombok Timur.
“Yang masuk OTG ini adalah warga Lotim yang pulang dari luar daerah,” katanya, seperti TKI, mahasiswa dan lainnya.
Fathurrahman mengatakan, warga Lotim yang datang dari luar daerah, begitu tiba di bandara dan pelabuhan akan langsung diperiksa kondisi tubuhnya. Jika ODP akan langsung diisolasi di Rusunawa Labuhan Lombok, sedangkan yang OTG, langsung dipulangkan dan tetap dalam pengawasan.
Fathurrahman juga mengatakan, hasil pemantauan di tiga posko tertanggal 1 April, jumlah warga yang datang dari berbagai wilayah, sebanyak 177 orang melalui BIL, semuanya tidak menunjukkan gejala, dan 9 orang santri dari Al Gontori Kediri Jatim, 7 orang masuk katagori ODP dan langsung diisolasi, sementara 2 orang dipulangkan karena tak menunjukkan gejala.
Dan tanggal 2 April, sebanyak 50 orang santri dari Ponpes Salafiyah Sukerejo Situbondo yang dijemput tim penanganan Covid 19 tercatat 11 orang dinyatakan ODP dan 39 orang OTG. Jumlah warga Lotim yang didata di bandara sebanyak 57 orang, kesemuanya berstatus OTG.

