LOMBOKita – Gempa bumi yang terjadi di pulau Seribu Masjid (sebutan Pulau Lombok), Nusa Tenggara Barat belum berakhir. Hingga saat ini, guncangan susulan masih dirasakan warga terdampak bencana gempa meski dalam skala kecil.
“Sepertinya gempa bumi di Lombok ini belum berakhir, bumi sering terasa bergetar meski kekuatannya tidak sebesar dengan hari pertama,” kata para pengungsi korban gempa bumi di Sembalun dan Sambelia kepada media ini.
Hal yang sama dikatakan salah seorang petugas Tagana Dinas Sosial Lotim, Vivi yang berada di lokasi pengungsian korban gemba mengakui kalau pagi ini ada gempa susulan terjadi dan tentunya dirasakan oleh para petugas maupun para pengungsi yang ada.
“Memang ada gempa susulan tapi tidak sebesar hari-hari sebelumnya,akan tapi meski demikian para pengungsi sempat panik karena trauma dengan kejadian yang menimpanya,” ujarnya.
Hal ini juga dibenarkan Kepala Stasiun Geofisika Mataram,Agus Riyanto dalam release yang disampaikan kepada media,kalau hari Rabu tanggal 1 Agustus 2018 sekitar pukul 06.25 wita di wilayah Lombok di guncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan rendah.
Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=2,5. Episenter terletak pada kordinat 8,78 LS dan 116,26 BT atau tepatnya pada jarak 9 km arah Barat Daya Lombok Tengah NTB pada kedalaman 12 km .
” Memang pagi ini terjadi gempa susulan dengan kekuatan rendah tidak seperti hari pertama gempa,” kata Agus Riyanto.
Ia menjelaskan kalau memperhatikan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Begitu juga Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Bayan pada skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).
Karena hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuhnya.
Sementara hasil pantauan media ini lokasi yang paling parah menerima dampak akibat gempa ini adalah di kecamatan Sambelia dan Sembalun,Kabupaten Lombok Timur. Dengan menyebabkan belasan warga meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.
Meski di Kabupaten Lombok Utara juga menerima dampaknya akibat gempa tersebut.Tapi tak separah yang dialami di dua kecamatan berada dibawah kaki gunung rinjani ini.
Keterangan foto korban pengungsian akibat gempa bumi yang terjadi di Lombok Timur.

