Site icon LOMBOKita

Garuda Targetkan Kenaikan Penumpang Dari Australia

Ilustrasi penerbangan pesawat Garuda

LOMBOKita – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Persero) menargetkan kenaikan 19 persen penumpang Australia yang datang ke Indonesia dalam periode kerja sama keempat dengan Tourism Australia November 2017-Juni 2018.

“Kita ingin mempertahankan pertumbuhan jumlah penumpang yang sudah terealisasi lewat kerja sama ini, sekarang dari Australia ke Indonesia itu 17 persen, tahun depan kita harapkan naik 18-19 persen,” kata Direktur Pemasaran dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati usai penandatanganan perpanjangan kerja sama dengan Tourism Australia di Jakarta, Jumat.

Pada periode kerja sama tahun lalu, dia menyebutkan, pihaknya sudah mengangkut hingga 521.142 penumpang pada periode September 2016 hingga Juni 2017.

Ditambah, lanjut dia, saat ini Garuda memanfaatkan Rute Kangguru, yaitu London-Jakarta-Melbourne untuk menarik sekitar 20-15 persen penumpang di mana terdapat satu juta penumpang per tahunnya yang melintasi rute tersebut.

“Tapi, kita tetap mengutamakan ‘in bound’ (penumpang ke Indonesia) yang lebih banyak, kita manfaatkan Bali karena 80 persen wisatawan di pulau tersebut berasal dari Australia,” ujarya.

Dalam kesempatan sama, Regional General Manager South and South East Asia Tourism Australia Brent Anderson menyebutkan dengan adanya kerja sama tersebut, sektor pariwisata Australia meningkat sebesar 16 persen setelah sebelumnya selalu meraih dikit ganda (double digit).

“Kami menargetkan pertumbuhan sampai 16 persen hingga pada Juni mendatang, selain dari Indonesia kita juga mendatangkan penumpang dari India, ini situasi yang sehat bagi kami,” katanya.

Nilai yang didapat dari kerja sama tersebut, Brent menyebutkan hingga mencapai 1,2 miliar dolar AS.

“Saya punya tugas untuk mengisi Pesawat dengan orang-orang Indonesia, namun saat ini masih banyak orang Australia yang ke Indonesia dan itu bukan hanya Bali. Itu jadi pekejaan rumah kami bagaimana mendatangkan turis Indonesia lebih banyak,” katanya.

Dia mengatakan pertumbuhan tiap bulannya juga terpantau baik di antara kedua negara dan Asia Tenggara adalah pasar di mana banyak dikunjungi oleh wisatawan Australia.

Exit mobile version