LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menerima audiensi Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersama Perum Bulog di Ruang Rapat Bupati, Senin (5/5).
Pertemuan tersebut membahas program strategis mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan.
Bupati Haerul Warisin menyatakan program yang disampaikan sejalan dengan fokus Pemda Lotim saat ini. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian adalah porang. Yang memiliki nilai sangat menjanjikan, yaitu per kilogram pirang harga porang mencapai Rp10.200 per kilogram, harga inipun dinilai melampaui harga yang ditetapkan Bulog.
“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujar Iron.
Bupati Iron juga mengataka produksi porang di Lotim dapat mencapai 50 hingga 60 ton per hari dari umbi hingga menjadi tepung, dengan pengawasan terus dilakukan pemerintah daerah.
Terkait program desa berdaya, Bupati meminta Pemprov NTB mengidentifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa yang masuk kategori tersebut, yaitu Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.
” Kita usulkan penyaluran bantuan sembako melalui kartu khusus agar lebih tepat sasaran dan mudah didistribusikan, ” Katanya .
sementara itu di sektor perkebunan, di Lombok Timur lahannya banyak ditanami kelapa. ” Pemkab berharga ada investor yang ingin bekerja sama dalam pengembangan komoditas kelapa., ” Sebutnya.
Sedangkan di sektor pertanian, Iron juga mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian yaitu pengendalian inflasi khususnya untuk komoditas cabai dan sayuran. Sehingga Pemda mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayur.
” Sebelumnya, Pemkab Lotim sempat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menstabilkan harga.sebagai langkah antisipasi inflasi, ” Jelasnya.
Selain itu, Pemda telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan _greenhouse_ guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata menyampaikan empat isu strategis. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di Lotim. Program ini difokuskan pada desa miskin ekstrem yang membutuhkan intervensi melalui bantuan stimulan serta penguatan ekonomi lokal.
Lombok Timur dinilai memiliki potensi hilirisasi besar, dengan lebih dari 30 sektor yang mulai dikembangkan. Namun, masih banyak potensi yang belum dikelola optimal. Dalam kesempatan itu juga disampaikan adanya ketertarikan investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa di Lotim.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal menyatakan kesiapan Bulog mendukung program di Lotim, termasuk penyediaan dan pengadaan beras untuk program desa berdaya serta ketahanan pangan daerah melalui operasi pangan murah di tujuh desa berdaya.
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan lembaga terkait dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Lombok Timur.

