Site icon LOMBOKita

Cabai Pemicu Inflasi Tahunan, HKTI Desak Dinas Pertanian Bangun Green House Tiap Desa

Keterangan FOTO: Ketua HKTI Lombok Timur H Muallani

LOTIM LOMBOKita – Cabai dan bawang merah kerab menjadi pemicu terjadinya inflasi. Sehingga pemerintah terus menggencarkan program penanaman cabai di pekarangan rumah. Bahkan pemerintah pusat telah menyebar jutaan bibit Program Kementerian.
yang melibatkan “Champion Cabai” di daerah.

Ketua HKTI Lombok Timur H Muallani menilai cabai dan bawang merah selalu menjadi pemicu utama inflasi. Saat pasokan berkurang, harga cabai melonjak tajam dan sulit dibendung. Karena itu, HKTI mengusulkan langkah konkret kepada pemerintah kabupaten, agar setiap desa membangun green house, tidak perlu besar, untuk budidaya cabai dan bawang.

“Lotim memiliki 254 desa. Kalau satu desa saja menghasilkan 50 kg per sekali panen, ini sudah jadi gerakan nyata yang perlu digerakkan Pemkab Lotim,” ucapnya.

Menurutnya, penanaman menggunakan green house bisa menjamin 80 persen tanaman terlindungi dari cuaca ekstrem, sehingga hasil tanam lebih bagus dan stabil. “Lahan desa, termasuk tanah pecatu, dapat dimanfaatkan untuk program ini.” Sebutnya.

HKTI juga meminta Dinas Pertanian Lotim segera bergerak dan berkolaborasi mengatasi masalah klasik yang selalu terulang tiap tahun. Apalagi, program “Champion Cabai” sudah tegas mendorong penanaman cabai di polybag.

“Jangan hanya desa yang diminta, masyarakat juga harus ikut tanam. Yang jadi masalah saat ini, pola tanam petani belum teratur.,” sebutnya.

Apalagi Dana desa juga sudah diplot oleh pemerintah untuk mendukung program Perisiden Prabowo dalam hal ketahanan pangan, sehingga hal ini dapat dioptimalkan.

Sehingga untuk pembangunan. Green house ini. Dinas Pertanian di dorong untuk turun langsung melakukan sosialisasi ke desa-desa. ” Jika program ini dijalankan serius, gejolak harga cabai yang selalu memicu inflasi diyakini bisa tertangani.” jelasnya.

Exit mobile version