LOMBOKita – Destinasi wisata di Lombok Utara terbilang melimpah, sehari tentu tidak bisa cukup waktu untuk mengunjungi semuanya, Daerah Gumi Dayan gunung ini memiliki destinasi wisata pantai, air terjun, dan bukit yang asri dan menawan, salah satunya yang kini sedang menarik perhatian Bukit Nipah.
Bukit Nipah berlokasi di Dusun Nipah Desa Malaka Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Saat pandemi covid-19. Pengunjung mulai sepi. Tapi, pada awal-awal ditata, bukit ini cukup ramai, terutama dikunjungi oleh warga luar Lombok Utara.
“Sekarang masih sepi,” ujar Abdi, Minggu (8/11) salah satu anggota pokdarwis yang mengelola Bukti Nipah.
Akses ke Bukit Nipah tidak terlalu terjal. Jarak dari parkir kendaraan roda dua yakni sekitar 500 meter ke lokasi Bukit Nipah. Petunjuk ke lokasi juga Sudha ada berupa plank sederhana dari kayu.
Fasilitas penjunjang di Bukit Nipah memang tidak terlalu banyak. Hanya ada pondok panggung tempat spot selfi dan pondok berteduh sederhana. Begitu sederhana. Tapi, kalau bicara view atau pemandangan Bukit Nipah rajanya.
Disini, pengunjung puas melihat panorama pantai kawasan Malaka, Tiga Gili, dan Gunung Agung Bali. Di Bukit Nipah sangat asyik dan cocok untuk dijadikan tempat Camping juga. Bagi Anda yang suka trekking tipis-tipis, Bukit Nipah sangat cocok.
Abdi menjelaskan, Bukit Nipah sudah berdiri kurang lebih 3 tahun. Dikelola secara swadaya dan mandiri. Tetapi sejak Covid-19 merebak, pengunjung ke Bukit Nipah sepi, pengelola pun mengerjakan aktivitas lainnya.
“Disini kami tidak memungut uang masuk, hanya bayar seikhlas pengunjung saja. Untuk kebersihan sampah misalnya. Prioritas kami belum ke arah sana (kemandirian ekonomi),” tuturnya.
Ia menceritakan, jarang warga KLU yang ke Bukit Nipah, yang banyak malah dari luar KLU, seperti warga Mataram dan Lobar.
“Mungkin karena belum viral,” canda Abdi.
Bukit ini sendiri, lanjutnya merupakan masih tanah milik warga. Tapi diizinkan pemilik untuk dikelola secara mandiri kepada pemuda setempat.
Awal-awal terbentuk, anggota Pokdarwis sudah mendapatkan pelatihan dari dinas terkait. Namun, ia berharap untuk sekarang agar kawasan Bukit Nipah lebih diperhatikan lagi oleh semua stakeholder.
“Semoga kembali ramai seperti dulu, pasca pandemi ini,” harapnya.

