LOMBOKita – Sebanyak 10 negara dari Benua Eropa ikut memeriahkan kegiatan olahraga selancar layang bertajuk Kaliantan Kite Surfing Festival di Pantai Kaliantan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Ketua Panitia Kaliantan Kite Surfing Festival Sakbanul Amin mengatakan Kaliantan Kite Surfing Festival merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di kawasan wisata itu.
“Ini satu-satunya kegiatan yang ada di Lombok Timur,” katanya.
Ia menuturkan, meski baru pertama kali dilaksanakan di tempat itu, terdapat 10 negara yang ikut berpartisipasi dalam Kaliantan Kite Surfing Festival tersebut.
“Untuk babak final akan dilaksanakan 24 Agustus 2017,” ujarnya di kawasan wisata Pantai Kaliantan.
Menurutnya, pantai Kaliantan sendiri sangat cocok sebagai lokasi olahraga Selancar Layang, mengingat anginnya yang begitu besar. Bahkan, jika disandingkan dengan daerah lain di Indonesia, ombak di pantai Kaliantan tidak kalah dengan pantai di Banyuwangi, Jawa Timur.
Untuk itu, sebagai panitia dan masyarakat setempat, Sakbanul Amin berharap Kaliantan Kite Surfing Festival tidak dilaksanakan jika ada kegiatan tertentu, namun dapat diselenggarakan setiap tahun.
Meski demikian, ia menilai kurangnya infrastruktur, seperti jalan raya, toilet, dan tempat ibadah sering dikeluhkan wisatawan sehingga membuat sejumlah destinasi di Kecamatan Jerowaru menjadi tersendat dan tidak maksimal untuk mendorong kemajuan pariwisata di Lombok Timur.
“Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan apa yang ada. Pariwisata di Lombok Timur maju, maka perekonomian dan kesejahteraan warga menjadi meningkat,” katanya.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTB Lalu Kusuma Wijaya, menjelaskan Kaliantan Kite Surfing Festival merupakan kegiatan dari rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017. Di mana dari seluruh rangkaian kegiatan, salah satunya dilaksanakan di pantai Kaliantan.
“Ini kali pertama dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata,” ucapnya.
Kata dia, olahraga seperti Selancar Layang, merupakan kegiatan yang memiliki potensi dan atraksi yang perlu dikembangkan di Lombok Timur dalam menunjang sektor pariwisata di daerah itu.
“Banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Jerowaru seperti pantai Pink dan pantai Kaliantan,” tuturnya.
Kendati demikian, Lalu Kusuma Wijaya, menyadari masih banyak kekurangan yang perlu di benahi di destinasi wisata tesebut.
“Banyak hal memang yang perlu dilengkapi. Kami menyadari itu, sehingga kedepannya kita berharap kawasan pantai Kaliantan lebih ramah terhadap wisatawan,” tandasnya. ant

