LOMBOKita – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memasang ratusan lampion untuk menyemarakkan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, 22-25 November 2017.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram Nanang Edward di Mataram, Rabu, mengatakan ratusan lampion itu akan dipasang di jalan-jalan utama sekitar Masjid Hubbul Wathan Islamic Center sebagai pusat acara.
“Lampion berlafazkan asma Allah, akan kami pasang di Jalan Langko, Pejanggik, Airlangga dan Udayana,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, selain akan memasang ratusan lampion berlafazkan asma Allah, juga akan dilakukan penambahan sejumlah lampu hias pada pohon-pohon pelindung serta aksesori lainnya yang dapat menambah nuansa religius selama kegiatan munas alim ulama berlangsung.
Selain itu, Dinas Perkim saat ini sedang melakukan pemeriksaan dan penambahan penerang jalan umum (PJU) pada wilayah bagian selatan terutama di kawasan Pagutan, Karang Gentang dan Sekarbela.
Pasalnya, para peserta munas dan konbes diagendakan menginap di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela, dan Pondok Pesantren Darul Hikmah Karang Genteng.
“Karenanya, PJU di kawasan itu menjadi prioritas kita agar tidak dikritik para peserta,” katanya.
Dikatakan, PJU di tiga kawasan tersebut memang sudah ada, namun keberadaannya perlu ditingkatkan. Misalnya, dengan penggantian bola lampu yang memiliki watt lebih besar agar fasilitas jalan dan fasilitas umumnya bisa terlihat lebih jelas.
“Sebagai tuan rumah, kami tentunya ingin memberikan yang terbaik agar target tiga sukses yang telah digariskan pemerintah kota yakni sukses penyelenggaran, sukses pencitraan dan sukses ekonomi bisa tercapai,” katanya menambahkan.
Kegiatan munas alim ulama itu direncanakan akan akan dihadiri oleh Presiden, beberapa orang menteri, ribuan ulama dan cendekiawan muslim, bahkan organisasi ulama dari 35 negara.
Munas ulama diawali dengan pawai taaruf pada 22 November 2017, dengan melibatkan 10.000 pelajar dan santri se-Pulau Lombok.
Pawai taaruf ini dimulai dari halaman Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, menuju ke depan Taman Sangkareang Mataram. Sepajang jalan dan hingga lokasi “finish” peserta pawai taaruf akan menggemakan salawat badar.
Pawai taaruf sambil membaca salawat badar itu akan memecahkan musem rekor Indonesia yang rencananya diserahkan pada malam harinya atau saat jamuan makan makan malam di pendopo Wali Kota Mataram.

