Ayah Menggauli Anak Kandung Sejak SMP

LOTIM LOMBOKita – Bejat.biadab mungkin kata kata ini yang kerab menjadi hujatan yang diucapkan masyarakat, terhadap para pelaku pelecehan seksual, apalagi yang menjadi korbannya. Darah dagingnya sendiri seperti yang dilakukan oleh Sr (40) warga Belanting kecamatan Sambalia Lombok Timur, yang tega menggauli anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan.

Saat pelaku ditemui media ini, Ia tak menampik dan membantah kalau dirinya telah menodai darah dagingnya sendiri, aksi bejatnya tersebut di lakukan sejak korban masih di bangku Sekolah Menengah Pertama, hingga masuk Sekolah Atas.

Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku di rumahnya sendiri, ketika ibu dan adiknya sudah tidur di dalam kamar. Sementara korban selalu tidur di kamar tamu depan TV, dan aksi biadab ayah kandung inipun, dilakukan sepulang dari bekerja.

” sejak Kelas III SMP menyetubuhi korban ” aku pelaku saat ditemui di Polres Lotim. Jumat (19/4).

Tanpa berkomentar, hanya anggukan kepala kalau dirinya yang merenggut keperawanan anaknya.

Terhadap ulah pelaku inipun, siapa saja yang bertemu, mereka ingin menumbuk pelaku, yang dinilai telah tega menggauli anak kandungnya sendiri, tak hanya masyarakat. Aparatpun pasti akan merasa marah atas ulah pelaku tersebut, tetapi biarlah hukum yang memutuskan,

Salah seorang anggota Polisi bercerita kepada media ini, terkait kasus ini.sejak kasusnya di ketahui warga, pelaku mendatangi Polres Lotim, menggunakan sepeda motor mengamankan diri, sementara warga menduga kalau terduga pelaku telah diamankan polisi.

Tanpa dinyana, sebelum di hajar warga, terduga pelaku pulang ke rumahnya,tanpa diketahui petugas piket, dan kepulangan terduga ini, dengan alasan di telpon istrinya.

Apesnya, saat berada di rumahnya, ada warga yang melihat terduga pelaku, dan mengundang warga lain datang ke rumahnya. Saat melihat pelaku. Emosi warga memuncak dan beramai ramai menghajar pelaku,

Disela amukan massa tersebut, pelaku sempat mengaku kalau dirinya pulang menggunakan sepeda motor di antar dengan menyebut nama salah seroang anggota, hal itu dilakukan untuk menyelamatkan sepeda motor yang digunakan tersebut, tidak di rusak dan dibakar warga.

Karena usut punya usut sepeda motor tersebut ternya milik pelaku sendiri yang dibuktikan dengan kepemilikan BPKB.

“Kasian nama anggota yang di sebut diperiksa Propam, sementara mereka tidak tahu apa apa ” sebutnya, dengan nada emosi melihat terduga pelaku.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat pelaku di bawa anggota ke Polres, warga meminta agar mereka sendiri yang membawa pelaku ke Polres, dan warga bersama Kepala Lingkungan dan Kadespun datang ke Polres Lotim, untuk meminta kejelasan kasus tersebut.

” kedatangan warga bersama Kaling, Kades ke Polres, ingin mengetahui kejelasan status terduga pelaku ” katanya.

Karena kesalah paham ini sempat membuat warga marah, namun, setelah di jelaskan, baru mereka paham, setelah itu wargapun membubarkan diri

” yang jelas kasus ini tetap di proses, tinggal menunggu pelapor saja, dan aparat desa dan kepala desa telah diminta untuk membantu agar korban mau datang untuk melapor,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup