LOMBOKita – Paragliding atau paralayang merupakan salah satu cabang olahraga yang masih jarang ditemui di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Padahal, dilihat dari potensi sumberdaya alam dan cuaca sangat mendukung bagi pengembangan olahraga uji adrenalin ini.
Benarkah karena faktor biaya sebagai alasan mengembangkan paralayang di Lombok Tengah, ataukah para pemangku kebijakan di daerah ini yang belum memahami secara utuh tentang dunia olahraga terbang ini? Bukankah olahraga paralayang ini juga dapat dijadikan sebagai penarik wisatawan berdatangan ke Lombok Tengah?
Kabupaten Lombok Tengah dengan topograpi perbukitan yang berjajar rapi disertai cuaca yang cukup baik menjadikan daerah ini sangat berpotensi untuk mengembangkan dunia olahraga paragliding atau paralayang.
Pembina Olahraga Paralayang Kabupaten Lombok Tengah, Komandan Landasan Udara Militer Mataram, Kolonel Penerbangan Doddi Fernando mengungkapkan, sumberdaya alam yang dimiliki daerah Lombok Tengah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melahirkan atlet-atlet paralayang.
“Sayang, kalau sumberdaya alam yang kita miliki ini tidak dimanfaatkan dengan baik, dan saya yakin masyarakat kita juga banyak yang gemari olahraga paralayang ini,” ungkap Doddi Fernando.
Dan Lanud Mataram memisalkan, Kota Bandung selama ini dikenal sebagai daerah pencetak atlet paralayang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, padahal Kota Kembang tersebut tidak memiliki area spot olahraga paralayang. “Kemudian kenapa kita yang memiliki potensi cukup besar ini tidak dimanfaatkan?,” ucap Doddi.
Dengan dikembangkannya dunia olahraga paralayang, menurut Doddi Fernando yang kala itu didampingi Sekretaris Daerah HM Nursiah, secara tidak langsung akan memberikan dampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan regional maupun mancanegara ke Kabupaten Lombok Tengah.
“Para atlet paralayang nasional dan internasional tentu ingin menjajal keindahan alam kita ini. Itu kan sama artinya kita mempromosikan dunia pariwisata kita, harusnya sih mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” imbuhnya.
Doddi Fernando mengatakan, Kabupaten Lombok Tengah sudah saatnya memberikan perhatian lebih pada dunia paralayang sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kreatifitas para pemuda di daerah ini. Bahkan bila perlu, paralayang dijadikan sebagai ikon dan ciri khas bagi daerah Tatas Tuhu Trasna ini.
Ketua Komunitas Paralayang Kabupaten Lombok Tengah Roy Rahmanto menambahkan, spot-spot paralayang yang ada di daerah ini memiliki daya tarik tersendiri jika dibanding daerah lain.
Roy Rahmanto menyebutkan, sedikitnya ada empat lokasi yang bisa dijadikan area paralayang di Lombok Tengah, yakni Torok Bare yang berada di sebelah utara Buit Merese yang dikenal memiliki angin barat, kemudian Gunung Prabu yang diketahui memiliki angin timur dan tenggara, selanjutnya di Are Guling dengan angin selatannya, dan di Torok Aik Belek yang memiliki tiupan angin timur dan tenggara.
“Seluruh lokasi paralayang ini menyuguhkan pemandangan pantai berpasir putih yang sangat menawan saat kita sedang berada diatas udara,” ucap Roy Rahmanto.
Karena itu, Roy Rahmanto mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah setempat untuk membina dan mengembangkan dunia paralayang Lombok Tengah. “Kita sudah banyak memiliki atlet, jangan sampai para atlet ini diambil oleh daerah lain,” tandas Roy.

