LOMBOKita – Forum Ormas yang ada di Lombok Tengah yang tergabung dalam Aliansi Merang Tastura mengecam aksi premanisme yang terjadi di Hotel Lombok Plaza, Cakranegara, Kota Mataram.
Korban aksi premanisme, Lalu Welly Viddi Hamid asal Praya Kabupaten Lombok Tengah meminta aparat Kepolisian bertindak tegas dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap terduga pelaku inisal BG.
Lalu Welly mengaku mendapat perlakuan secara tidak manusiawi lantaran aksi pemukulan yang dilakukan terduga pelaku secara membabi buta.
“Sebenarnya saya tidak bermasalah dengan BG, tapi orang lain. Namun BG tiba-tiba datang dan memukul secara berutal di beberapa bagian tubuh, bahkan mata kiri bengkak akibat pukulan BG,” aku Lalu Welly di Praya, Selasa (27/12/2023).
Welly yang pada malam minggu kemarin sedang menikmati acara hiburan malam di Lombok Plaza hendak ke toilet, namun tiba-tiba dihadang oleh seseorang yang tak dikenalnya. Sempat terjadi aksi dorong, namun BG datang dan langsung memukul tanpa mengetahui masalah yang terjadi sebelumnya.
Karena itu, Lalu Welly memempertanyakan sistem pengamanan internal Lombok Plaza Mataram, karena saat kejadian tidak ada upaya pihak keamanan hotel untuk melerai ataupun melindungi dirinya yang saat itu sebagai tamu hotel yang sedang menikmati acara hiburan malam.
Selain memberantas aksi premanisme di wilayah Cakra, Lalu Welly yang didampingi beberapa pentolan LSM di Lombok Tengah juga meminta aparat kepolisian untuk menutup judi sabung ayam yang ditengarai milik BG.
Beberapa saksi yang melihat kejadian itu, tutur Lalu Welly, mengaku prihatin bahkan ada yang menteskan air mata karena mendapat perlakuan kasar dari pelaku BG. Sementara pihak keamanan hotel dan rekan-rekan BG hanya menonton Lalu Welly yang dihajar habis-habisan.
Akhirnya Lalu Welly berhasil diselamatkan oleh keponakannya menggunakan taksi. Welly terpaksa menelpon keponakannya untuk datang menjemput karena melihat kondisinya yang sedang dalam pengaruh minuman keras.
Sehari setelah kejadian tersebut, Lalu Welly bersama Aliansi Merang Tastura mendatangi Polsek Cakranegara untuk mempertanyakan proses hukum terduga pelaku penganiayaan..
“Kami ingin mempertanyakan proses hukum yang sedang berjalan tanpa ada tujuan yang lain. Akan tetapi saat kita tiba di Polsek, ternyata pihak BG ditemani ayahnya yang waktu itu menggunakan celana pendek dan singlet masuk ke Polsek,” jelas Lalu Welly.
Saat dilakukan perundingan yang difasilitasi Polsek, lanjut Lalu Wlly, terduga pelaku BG lagi-lagi berbuat ulah karena menantang korban.Welly yang hendak melawan mengurungkan niatnya lantaran di luar Polsek diketahui ada beberapa orang yang ditengarai rekan-rekan BG yang membawa senjata tajam.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Sasaka Nusantara, Lalu Ibnu Hajar mengecam segala bentuk aksi premanisme dan perjudian yang terjadi di wilayah Cakranegara Kota Mataram.
“Kami dan beberapa LSM di NTB akan mengawal proses hukum terduga pelaku BG yang saat ini ditangani Polresta Mataram,” kata Lalu Ibnu Hajar.
Demikian pula dengan Ketua LSM Gempar NTB, Hamzanwadi juga mengungkapkan hal serupa, sepakat untuk menumpas segala bentuk perjudian dan premansme yang hanya merugikan masyarakat banyak.
“Kasus ini akan terus kami kawal hingga tuntas. Kami juga akan bersurat ke Walikota Mataram terkait pengamanan di Lombok Plaza Hotel,” tandas Hamzanwadi.

