Site icon LOMBOKita

Afrika Butuh 11 Juta Tenaga Kesehatan dan Pendidikan

Gerakan Pramuka Bantu Atasi Kelaparan di 10 Negara Afrika - Hidayatullah.com

LOMBOKita – Afrika membutuhkan 11 juta lebih dokter, perawat dan guru pada 2030 untuk mencegah “bencana sosial dan ekonomi”, yang dapat mendorong jutaan orang mengungsi, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa dibutuhkan 11 juta ahli untuk membantu benua tersebut mengatasi lonjakan penduduk, dengan peningkatan jumlah anak-anak dari 170 juta menjadi 750 juta dalam 13 tahun ke depan.

“Anak-anak Afrika berada di titik paling genting,” kata Leila Pakkala dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam pernyataan.

“Lakukan dengan benar dan kita dapat membuat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan parah dan berperan serta pada peningkatan kesejahteraan, keseimbangan, dan perdamaian,” kata Pakkala, ketua kegiatan UNICEF di Afrika bagian timur dan selatan.

Badan PBB yang mengurusi anak-anak tersebut mengaitkan lonjakan kelahiran dengan tingkat kesuburan yang tinggi, meningkatnya jumlah wanita usia produktif dan tingkat kematian anak yang lebih rendah.

Pada akhir abad ini, satu dari dua anak di seluruh dunia akan tinggal di Afrika, katanya dalam sebuah penelitian.

Jika mereka mencapai usia kerja, dengan pendidikan dan kesehatan yang baik, mereka dapat memacu pertumbuhan ekonomi, namun agar itu dapat terwujud, Pakkala mengatakan bahwa investasi di bidang pendidikan dan kesehatan sangat dibutuhkan.

“Harus dibangun lebih banyak sekolah, dan guru, dokter, perawat dan petugas kesehatan harus dilatih dan didorong untuk tetap tinggal di masyarakat mereka daripada pindah ke kota atau luar negeri,” katanya.

“Jalan masih panjang,” tambahnya.

Satu lebih dari lima anak Afrika usia 6 sampai 11 tahun tidak bersekolah. Khususnya Anak perempuan, mereka cenderung tidak pernah mengenyam pendidikan, diliputi oleh pernikahan dini dan kehamilan remaja.

Enam dari sepuluh orang Afrika kekurangan jangkauan terhadap sanitasi dan rata-rata hanya ada 1.7 ahli kesehatan per 1.000 orang penduduk, jauh di bawah standar minimum internasional yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 4,45.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, 5,6 juta tenaga kesehatan dan 5,8 juta guru harus dilatih pada 2030.

Exit mobile version