LOMBOKita – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat adanya gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) terjadi di wilayah perairan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Kamis pukul 09.09 WIB dirasakan sejumlah warga.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Meulaboh, Angga Yudha, di Meulaboh, Kamis mengatakan, gempa tersebut berlokasi 0.34 Lintang Utara(LU), 92.24 Bujur Timur (BT) atau berjarak 492 kilometer Barat Daya Kabupaten Simeulue, kedalaman 10 km.
“Untuk gempa 5.2 SR jenis tektonik dan intensitas MMI 2 sampai 3, dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang. Kejadiannya tadi pagi dan gempa itu tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.
Angga Yudha menjelaskan, energi yang dilepas pada gempa tersebut tidak begitu besar sehingga tidak banyak dirasakan masyarakat, termasuk warga di wilayah daratan Kabupaten Simeulue yang berada di kepulauan terluar Provinsi Aceh itu.
Gempa tektonik tersebut, tidak banyak dirasakan oleh masyarakat yang berada di wilayah daratan Barat Selatan Provinsi Aceh yang sebagiannya masih dalam wilayah kerja BMKG Stasiun Meteorologi Meulaboh, di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Berdasarkan data dirilis BMKG, pada Kamis, 21 September 2017, gempa 5,2 SR juga menguncang terlebih awal, yakni pada pukul 06.59 WIB berpusat di wilayah Timur Laut, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.
Angga Yudha menyampaikan, gempa yang terjadi di Aceh hanya dalam selisih waktu sekitar tiga jam itu, bukan gempa susulan, karena lokasi pusat dan kultur pergerakan tanah tidak pada satu lempengan.
“Bukan gempa susulan, jarak antara Aceh dengan Bangkalan itukan jauh, kemudian lokasi pusat gempanya juga tidak sama. Terus, postur tanah misalkan di Aceh dengan Bangkalan juga beda, walaupun tercatat keduanya intensitas sama 5,2 SR,” katanya.

